Hidayatullah.com– Kegiatan SIRAMAN MANIS Ramadhan 1437 H untuk wilayah Sulawesi Selatan dimulai di Masjid Cheng Hoo, Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (05/06/2016) malam.
Suasananya bisa dibilang istimewa. Sebab, yang bertindak sebagai imam shalat tarawih dan pemberi tausiyah umum di malam 1 Ramadhan ini, Syeikh Naim Abdullah Sulaeman Abu Shindi asal Palestina.
Di awal penyampaiannya, Abu Shindi mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala karena dapat bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan. Juga karena bisa berada di tengah-tengah kaum Muslimin Indonesia.
Abu Shindi juga menyampaikan keadaan terkini kaum Muslimin di Palestina, khususnya yang berada di Gaza dan Masjidil Aqsha.
Di antara mereka, ungkapnya, masih ada yang tetap tinggal di sekitaran Masjidil Aqsha untuk mempertahankan kiblat pertama kaum Muslimin itu dari gempuran Zionis Yahudi.
“Mari kita doakan saudara-saudara kita di sana, semoga Allah memberikan keteguhan kepada mereka dalam memperjuangkan pembebasan Tanah Quds,” serunya kepada jamaah.
Tak lupa Abu Shindi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rakyat Indonesia, yang ikut berjuang dengan menginfakkan harta mereka untuk Muslimin di Palestina.
“Bantuan-bantuan yang kami terima dari rakyat Indonesia adalah saksi terbesar untuk perjuangan ini. Dengannya, sekarang telah berdiri sekolah-sekolah, rumah sakit, taman kanak-kanak, markas penghafal al-Qur’an, dan pengadaan mobil ambulans,” ungkapnya.
Dalam shalat tarawih yang diikuti oleh 300-an jamaah bapak-bapak, ibu-ibu, dan remaja ini, Abu Shindi membacakan ayat 183-196 dari Surat al-Baqarah.
Jamaah masjid Cheng Hoo sangat antusias dalam menyambut kedatangan Abu Shindi. Banyak diantara mereka yang menyalami dan meminta foto bersama.
Kedatangan Abu Shindi ke Makassar atas prakarsa Sahabat Al-Aqsha dan BMH.* Zulfahmi