Hidayatullah.com– Dua orang santri Ma’had Tahfizh Ahlus Shuffah Balikpapan, Kalimantan Timur, berhasil meraih predikat terbaik dalam kegiatan Wisuda Pendidikan Guru Tahfizh Anak Usia Dini Sahabat Qur’an (PG TAUD SaQu).
Kegiatan itu berlangsung di Gedung Faishal lantai 2 Islamic Center Wadi Mubarak, Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 10 Ramadhan 1437 (15/06/2016).
Untuk angkatan pertama tersebut, Yayasan Wadi Mubarak meluluskan 35 orang alumni yang berasal dari Makassar, Yogyakarta, Semarang, Palangkaraya, Balikpapan, dan berbagai daerah lain.
Diharapkan, sepulang ke daerah, para lulusan tersebut sudah siap merintis dan mengelola lembaga pendidikan TAUD di tengah masyarakat.
“Saya berharap kalian bisa istiqamah mengaplikasikan ilmu dan menebar manfaat sebagai pengajar al-Qur’an,” ucap Didik Haryanto, Direktur Lembaga Kaderisasi Iman dan Da’i (LKID) Wadi Mubarak.
“Jadilah pengajar al-Qur’an yang tak hanya sebatas mengajarkannya saja, tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” lanjut Didik menasihati.
Musaddika dan Erika Islamiyah, masing-masing meraih predikat terbaik usai penutupan kegiatan yang berlangsung selama tiga bulan itu.
Musaddika terpilih menjadi peserta terbaik kedua pada materi at-Tibyan. Sedang Erika berhasil menyegel posisi ketiga untuk kategori terbaik umum.
“Alhamdulillah, bahagia rasanya jadi terbaik dalam program ini. Meski hal itu bukan apa-apa jika tidak diamalkan nantinya,” aku Erika tersenyum.
Santri Ahlus Shuffah yang sudah hafal 20 juz al-Qur’an itu mengaku sempat kesulitan dengan beberapa materi ujian yang diberikan.
“Iya, awalnya gugup juga. Ada materi dadakan yang diujiankan saat itu,” imbuh Erika.
Harapan
Sementara itu, Didik menitip doa dan kerja sama dari seluruh umat Islam, kiranya lulusan Program Pendidikan TAUD tersebut dimudahkan dalam membuka lembaga yang sama.
Sebab diyakini, masa keemasan untuk menghafal al-Qur’an dan belajar agama itu di usia 3-7 tahun.
“Mohon doanya semoga amanah berat ini bisa kami pikul dengan sabar,” ucap Musaddika, meneruskan harapan Didik.
“Tak ada yang mudah tapi dengan al-Qur’an semuanya bisa dimudahkan Allah dengan usaha sungguh-sungguh dan doa kepada-Nya,” pungkas Musaddika dan Erika bersamaan.* Mustabsyirah, pegiat komunitas PENA Malika