Hidayatullah.com–Gemerlap kehidupan selebritis tak menyilaukan langkah sejumlah selebritis perempuan di tanah air untuk berhijrah menuju pemahaman agama yang lebih baik.
Hijrahnya mereka yang ditandai dengan pemakaian hijab secara konsisten di ruang publik sudah lama menjadi perhatian muslimah di manca negara.
Untuk itu komunitas Muslimat Indonesia Antar Negara untuk Ummat (Mutiara Ummat) menggelar diskusi “Yuk Hijrah, Yuk Ngaji” yang memberikan ruang bagi selebritis berbagi pengalaman spiritual dengan para muslim di mancanegara, demikian menurut Nurisma Fira, Jumat (10/02/2017).
Di dalam diskusi tersebut dihadirkan Indadari Mindrayanti, istri mantan selebritis Caisar YKS dan Caria Ningsih, mahasiswa program PhD bidang Foreign Studies di Hankuk University, Seoul, Korea Selatan yang dipandu Nurul Annisa dari Australia.
“Saya berasal dari keluarga yang beragama Islam,” tutur Inda dari berbagi kisah. Setelah memperdalam Islam, istri mantan selebritis Caisar yang pernah popular dalam program telvisi Yuk Keep Smile ini akhirnya menyadari selama ini Islamnya hanya keturunan atau ikut-ikutan.
Inda merasa dirinya menjadi muslim tetapi tidak hidup secara Islam. Belakangan ia menyadari ternyata Islam tidak hanya mengatur urusan shalat, zakat, sedekah, umrah saja, tetapi juga bisnis, perdagangan, pengasuhan anak, kerumah tanggaan dan hal-hal yang semula tak ia ketahui.
Tentang proses hijrahnya hingga berhijab, ibu dua putra ini menyatakan memang banyak cobaannya.
“Pasti ada ujiannya, seperti disindir atau dihina orang,” tuturnya.
Ia lantas membagi sejumlah tips agar bersabar di dalam proses hijrah.
“Yang pertama, selalu meletakkan kematian di mata kita,” tuturnya. Berikutnya adalah berdoa kepada Tuhan agar diberikan kekuatan bersabar hingga akhir hayat, banyak mendatangi majelis agama, dan berkumpul dengan orang-orang shaleh.
Caria Ningsih menjabarkan makna hijrah, yakni berpindah dari satu tempat/keadaan ketempat/keadaan lain. Dosen di fakulta sekonomi Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini menyatakan, “Kunci hijrah terletak pada perubahan pemikiran seseorang sehingga harus muncul dari kesadaran sendiri tanpa paksaan agar pengaruhnya kuat,” ungkapnya merujuk Surat Ar-Ra’d 11.
Pengasuh Rumah Muslimah Indonesia di Korea Selatan (Rumaisa Korsel) ini berpesan, “Agar perbuatan hijrah diterima Allah maka harus memenuhi dua syarat yaitu keikhlasan karena Allah semata, dan benar secara agama.”
Karena itu menurut Caria diperlukan kesediaan dari setiap muslim untuk terus mengkaji ilmu agama.
Diskusi diikuti hampir 100 peserta perempuan dari Inggris, Belanda, Swedia, Jerman, Norwegia, Belgia, Australia, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Indonesia.
Di akhir acara Indadari dan Caria mengajak para muslimah untuk tidak ragu berhijrah.*/N. Machfira (Korsel)