Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Buku Biografi Buya Hamka Dibedah di Jakarta

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Februari 2019 12:34 12:34 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Februari 2019 12:15
Bagikan
Syeikh Ahmad Shohibul wafa Tajul 'Arifin ( Abah Anom ) memberikan jubah dan tongkat kepada Prof. Dr. Buya Hamka saat jadi Ketua MUI
Bagikan

Hidayatullah.com–Pribadi dan karya ulama asal Sumatera Barat Buya Hamka sampai sekarang terus diperbincangkan orang. Tak terkecuali dalam bedah buku berjudul “Buya Hamka: Memoar Perjalanan Hidup Sang Ulama” karya Yanuardi Syukur dan Arlen Acara Guci.

Buku yang diterbitkan Tinta Medina (imprint Penerbit Tiga Serangkai, Solo) tersebut akan dibedah bersamaan dengan peluncuran Sekolah Menulis Nasional yang digerakkan oleh Muliansyah A. Ways lewat Lingkar Penulis Indonesia (LPI), di Kedai Kopi Perjoeangan, Jl. Proklamasi, Jakarta (16/02/2019).

Buku Buya Hamka tersebut ditulis oleh Yanuardi dan Arlen bersumber dari berbagai referensi, dan kunjungan ke Maninjau.

“Waktu menghadiri Temu Karya Sastra Islam Melayu di Padang, saya sempatkan untuk berkunjung ke Rumah Kelahiran Buya Hamka serta bertemu keluarga beliau di Rumah Haji Rasul, ayahnya Buya Hamka,” kata Yanuardi yang juga keturunan Minang suku Piliang di Maninjau yang saat ini juga memberikan ceramah singkat untuk santri Pesantren Buya Prof. Dr. Hamka di Maninjau.

Dalam buku yang diberi pengantar oleh salah seorang putra Buya Hamka, H. Afif Hamka tersebut, kedua penulis membahas figur Buya Hamka pra-penjara, ketika di penjara, dan setelah bebas dari penjara.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Tiga periodisasi itu sengaja dibuat sebagai salah satu kekhasan buku tentang Hamka dibanding buku lainnya,” lanjut Yanuardi.

Saat ini, buku karya Hamka termasuk buku karya penulis Indonesia yang masih terus diterbitkan dan terus menjadi inspirasi serta teladan bagi banyak orang Indonesia dan sekitarnya.

“Nama Hamka dipakai oleh banyak orang sebagai nama anak, nama kampus, nama gedung, dan lain sebagainya,” kata Yanuardi lagi. Menurutnya, itu menjadi tanda bahwa Hamka adalah pribadi yang tidak hanya diteladani dalam karya, akan tetapi juga dalam pribadinya.

Buku yang akan dibedah tersebut memiliki beberapa sub-bab seperti kisah masa kecil Hamka, migrasi ke Jawa, berhaji ke Makkah, menikah di usia muda, relasi Hamka dengan Bung Karno, Mohammad Yamin, dan Pramudya Ananta Toer, pengalaman melawat ke Amerika dan kiprahnya sebagai anggota Konstituante.

Selain itu, juga dibahas soal mengapa Hamka dipenjara, Tafsir Al-Azhar yang ditulis selama di penjara, pikiran-pikirannya ketika di penjara, dan pengalaman yang ia alami ketika mendekam di terali besi tersebut.

“Pada 27 Januari 1964, Hamka dijebloskan ke penjara dengan tuduhan menggelar rapat gelap di Tangerang untuk rencana pembunuhan kepada Menteri Agama dan Presiden Bung Karno, serta dianggap akan melakukan kudeta kepada pemerintah dengan sokongan dana dari Perdana Menteri Malaysia Tengku Abdul Rahman,” lanjut kandidat doktor dari UI tersebut.

Akan tetapi, lanjutnya, tuduhan subversif itu tidak terbukti. Tapi, tetap Hamka mendekam di penjara selama 2 tahun 4 bulan.

“Berkahnya ketika di penjara itu adalah Buya Hamka dapat menulis Tafsir Al-Azhar,” kata Yanuardi yang terinspirasi dari Hamka ketika membaca Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck pada 1997.

Pada bagian pasca-penjara, buku ini bercerita kisah Hamka yang ingin membahagiakan istrinya, menerima Doktor Honoris Causa, kiprahnya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, mendirikan Masjid Al-Azhar di Kebayoran Baru Jakarta, serta pesan-pesan terakhirnya sebelum wafat.

Tentang buku ini, ketua Umum Forum Lingkar Pena (FLP) periode 2013-2017 yang juga novelis, Sinta Yudisia menulis, “..berdebar hati ini membaca halaman demi halaman karena cahaya beliau sebagai ulama dan negarawan tetap menghiasi umat hingga saat ini.”

Pengajar Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Ma’as Shobirin, berkomentar, “..buku ini tersaji secara apik dan memudahkan pembaca untuk memahaminya…buku ini juga mampu memberikan teladan berharga dan inspirasi terutama kepada anak muda yang memiliki rasa kepedulian terhadap bangsa.”

Komentar lainnya berasal dari pensiunan polisi yang kini menjadi penulis, Kombes (purn.) Thamrin Dahlan.

“Buya Hamka memberikan semangat menulis kepada kita dan saya telah merasakan bahwa menulis itu mengangkat marwah dan derajat kehidupan sang penulis,” kata Thamrin yang pernah menjadi ketua Ikatan Alumni UI (ILUNI) Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Buya HamkaHamkaTafsir al Azhar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kajian INSAF: Berilmu Sebelum Memimpin
Tulisan selanjutnya PM Jepang Nominasikan Trump sebagai Penerima Nobel atas Permintaan Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina

Berita
2 Juli 2026 17:16
DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Terbaru

  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
  • Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba
  • UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
  • MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?