Hidayatullah.com– Islamic Medical Service (IMS) diwakili Direkturnya, Imron Faizin, didampingiUstadz Hasan Makarim selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cilacap yang juga pembina Lapas Nusakambangan menyambangi Lapas Kembang Kuning Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Kunjungan kedua institusi ini dalam rangka sosialiasi program hapus tato gratis untuk para narapidana.
Ustadz Hasan Makarim yang telah memberikan pendampingan dan pembinaan kurang lebih selama 26 tahun di Lapas Nusakambangan ini berharap, para santri binaannya yang telah bertaubat dan menyatakan dirinya hijrah, agar dapat dihapus tatonya.
Sebanyak 61 napi atau biasa disebut Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menyimak dengan seksama pengarahan dan edukasi terhadap kegiatan hapus tato yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 dan 3 Mei 2018.
Tepat pukul 10.00 WIB, Rabu (18/04/2018), tim tiba di Lapas Kembang Kuning disambut oleh Bayu dan dr Sudiro. Setelah mendapatkan pengarahan, para napi berkumpul di gedung aula Lapas.
Tidak hanya sosialiasi tentang hapus tato, namun para warga binaan diperlihatkan beberapa video tindakan hapus tato.
Para warga yang semula ragu-ragu untuk menghapus tatonya, setelah melihat tayangan video semakin yakin untuk ikut turut mendaftar. Tampak banyak warga binaan mendaftar langsung.
Baca: Tiga Mualaf Ikut Hapus Tato, 1 Orang Bersyahadat di Tempat Acara
“Para santri binaan saya ada hampir 100-an orang yang berada di Lapas Kembangkuning ini telah bertaubat dan menunjukkan kualitas ibadah yang meningkat. Mereka sudah shalat 5 waktu berjamaah di masjid, sudah banyak yang bisa baca Qur’an. Dan bahkan ada beberapa orang santri telah hafal beberapa juz dalam al-Qur’an,” jelas Hasan Makarim.
“Saya melihat program hapus tato yang digulirkan IMS ini sangat dahsyat dan masyaAllah sangat bermanfaat untuk umat, terutama yang telah taubat dan berislam secara kaffah. Saya berharap tidak hanya masyarakat di luar saja yang mendapatkan layanan, para warga binaan pemasyarakatan juga berhak merasakan program mulia ini,” ia menambahkan.
Baca: Hapus Tato Gratis di Solo, Pendaftarnya Ribuan, Peserta Antusias
Hasan mendapatkan amanah untuk membina para warga binaan kelas kakap, yang notabene mereka adalah para napi dengan vonis penjara di atas 10 tahun. Dari Senin sampai Jumat ia berkunjung ke Lapas Nusakambangan, untuk memberikan pendampingan dan pembinaan.
Namun kini, setelah banyak santri yang bisa menggantikan posisi Hasan, dalam sepekan Hasan hanya 2 kali bolak-balik ke Nusakambangan.
Hampir semua lapas ia datangi, di antaranya Lapas Terbuka, Lapas Besi, Labas Batu, Lapas Narkotika, Lapas Pemisan, Lapas Kembangkuning, dan Lapas Pasir Putih.
Sementara itu, dr Sudiro yang merupakan PLH Kalapas di Lapas Kembangkuning sangat mengapresiasi kegiatan yang akan dilaksanakan baru pertama kali di Lapas Nusakambangan ini.
“Semoga program ini bisa berjalan dengan baik dan sukses, para warga binaan dapat mendapatkan layanan secara maksimal. Dan dengan adanya program ini, dapat memperjelas di masyarakat luar bahwa warga binaan mendapatkan layanan dan perhatian yang baik dari kita semua,” dr Sudiro penuh harap.
Program hapus tato di Lapas ini akan diluncurkan di Jakarta, InsyaAllah pada tanggal 25 April 2018. Untuk tempatnya, masih menunggu kesiapan lokasi, apakah di Lapas Cipinang atau di Lapas Salemba, Jakarta.
Baca: YWASH Salurkan Ratusan Al-Qur’an di Nusakambangan dan Kampung Laut
“Kami hanya berusaha sebisa dan sebaik mungkin agar program hapus tato ini terus bergulir dan semakin banyak Sahabat Hijrah yang menerima manfaatnya.
Karena ada harapan dan keinginan dari para napi yang telah hijrah dan ingin sekali hilang tatonya, kami berusaha secara maksimal untuk bisa mengajak lembaga atau instansi untuk bersinergi sehingga program ini bisa terlaksana dengan baik,” Imron Faizin menjelaskan.* Kiriman IMS