Hidayatullah.com– ‘Barangsiapa Allah dia tuju, maka dunia akan datang kepadanya dengan tunduk’. Begitulah, kalimat indah yang disampaikan oleh dr Gamal Albinsaid M Biomed pada hari Ahad (10/02/2019) bertempat di Masjid Baiturrahman Ponpes Ar Rohmah Dau, Malang, Jawa Timur.
Acara kepemudaan yang diselenggarakan oleh Syabab Malang Raya, yang merupakan organisasi Pemuda Hidayatullah, digelar untuk mengajak masyarakat luas terkhusus pemuda-pemuda Muslim untuk semangat, pantang menyerah yang kelak akan menjadi pemimpin negeri tercinta Indonesia.
Dengan tema “Tantangan dan Peluang Pemuda Muslim di era Millenials”, Syabab ingin bersama seluruh pemuda Muslim untuk menjawab tantangan di zaman now yang harus berpikiran thinking out of the box dan menjemput peluang yang nyata di depan mata.
“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan saya cabut Semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, akan aku goncangkan dunia”. Puluhan tahun yang lalu Presiden Republik Indonesia yang pertama Ir Soekarno telah memahami bahwa pemuda adalah aset berharga yang harus bisa menjadi garda terdepan untuk negeri tercinta Indonesia.
Begitu pula halnya dr Gamal Albinsaid, memberikan inspirasi-inspirasi berharga dari perjalanan hidupnya hingga saat ini.
Lulusan Magister Ilmu Biomedik Fakultas Universitas Brawijaya ini ingin pemuda-pemuda sekarang mengikuti jejaknya yang tidak pernah menyerah, tidak pernah putus asa, selalu semangat untuk menekuni apa yang menjadi pilihan dalam hidupnya.
Ia memberikan tiga kata kunci ketika seseorang ingin menekuni sesuatu. Pertama, pleasure (ketertarikan) yang modal utama ini harus dimiliki seseorang dalam memilih dan menjalani kegiatannya.
Kedua, strength (kekuatan), pemuda harus menekuni sesuatu yang dia kuasai, jangan melakukan sesuatu yang tidak kita kuasai.
Ketiga, meaning (bernilai), pekerjaan atau aktivitas yang kita kerjakan harus memiliki nilai yang bermanfaat bagi semua orang. Karena, sesuatu yang kita lakoni itu harus dapat berimplikasi terhadap kebaikan di dunia maupun akhirat, kata peraih HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur Prize 2014 yang diselenggarakan oleh Cambridge University, Inggris, dan Unilever.
Dalam Al-Qur’an dilukiskan para pemuda ashabul kahfi, yakni sekelompok anak muda yang memiliki integritas moral (iman).
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
”Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada petunjuk.” (QS al-Kahfi [18]: 13).
Dalam hadits disebutkan kalimat, شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ yang artinya “masa mudamu sebelum masa tuamu”.
Dari ayat dan hadits di atas ditunjukkan bahwa masalah kepemudaan oleh Islam sangat ditekankan. Ditekankan karena tidak hanya masa muda adalah masa berbekal untuk hari tua, melainkan juga di masa muda itulah segala kekuatan yang mengagumkan, kekuatan dahsyat, dan kekuatan kebaikan ditebarkan serta dirasakan.
Jalan Raya Apel No 61, Sumbersekar, Dau, Malang terasa membara dan menggelora, saat dr Gamal mengisahkan perjuangan sosok Muhammad Al-Fatih, pemuda yang berhasil menaklukkan kota Konstantinopel yang sekarang kita kenal dengan Instanbul di Turki. Al-Fatih terpilih sebagai panglima, pemimpin pasukan karena imannya kepada Allah Subhanahu Wata’ala tidak diragukan lagi. Presiden Perancis, Napaleon Bonaparte, katanya, seandaikan ada suatu negeri, yang pantas menjadi ibu kotanya adalah Konstantinopel.
Dr Gamal CEO Indonesia Medika ini di akhir penyampaiannya, mengatakan kepada seluruh hadirin, pemuda-pemuda Muslim harus senantiasa meningkatkan potensi dan kompetensi dirinya.
Pemuda Muslim jangan pernah putus asa dan jangan pernah berkecil hati jika banyak orang tidak suka, mencemooh terhadap apa yang kita lakukan. Malah kita harus semangat menunjukkan keberhasilan kita, kegigihan kita dalam mencapai cita-cita mulia.
“Saya yakin, nanti orang-orang yang mencibir apa yang kita kerjakan akan malu dan sadar bahwa kita akan sukses yang dapat memberikan manfaat yang banyak bagi orang lain.” Ia menyampaikan juga, bahwa hidup harus di jalan kebaikan dan jangan tergiur, tercerumus dengan harta, jabatan, dan wanita.* Kiriman Arifin Sadoen/Syabab Malang.