Hidayatullah.com- Banyak orang terutama pelajar, yang beranggapan bahwa menghafal tahun wafat para ulama itu susah, benar begitu? Tidak dengan Syeikh Ayman Hajjar.
Seorang guru musthalah hadits ini bilang bahwa menghafal tahun wafat mereka adalah hal yang mudah. “Ada banyak cara,” kata pria dengan jas kream rapi, dalam sebuah kelas kuliah bernama Imam Muslim, kampus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir beberapa saat lalu.
“Salah satunya adalah dengan menyamakan tahun wafat mereka dengan nomor bus,” lanjutnya dengan suara lantang.
Pria yang kerap disapa Syeikh Ayman ini mengatakan bahwa banyak angkutan umum di Kairo, bus, mini bus yang nomornya cocok dengan tahun wafat para ulama.
Seperti bus 80 coret, bus dengan laluan Asyir-Darrasah. Bus merah bermuatan 32 penumpang itu merupakan angkutan umum favorit para mahasiswa tatkala berangkat kuliah. Jika diperhatikan nomornya dengan baik, bus ini punya kesesuaian dengan tahun wafat Imam Bayquni, penulis matan Bayquniyyah.
Imam dengan nama lengkap Umar bin Muhammad Fatuh Al Bayquny ini wafat tahun 1080 Hijriyyah. Sedangkan bus merah itu bernomorkan 80. Ada kemiripan. Tinggal tambahkan 1000, nomor bus akan cocok dengan tahun wafat penulis matan berjumlah 34 ini.
Di kelas yang dipenuhi 80-an pelajar itu terdiam sunyi. Semua kaget dan tertegun dengan tips mudah yang diutarakan Syeikh Aiman. Mereka baru dengar tips itu. Tipsnya yang mudah dipraktikkan, karena selalu ada dalam keseharian.
Di Mesir hampir semua angkutan umum bernomor. Terlebih angkutan di Provinsi Kairo.
Syeikh Ayman Hajjar juga memberikan contoh lain. Ia menyebutkan sebuah bus biru jurusan Abbasiyah. Ia mengatakan bahwa bus dengan tarif 5 pound mesir itu memiliki kecocokan dengan tahun wafat seorang ulama. Namanya penulis lupa. Tapi antusias para pelajar di kelas sore itu tampak banyak yang tahu dan mereka tersenyum.
“Sudah saya sebutkan tipsnya. Tinggal praktik. Silahkan kalian cari sebanyak mungkin itu,” tambahnya.
“Wah kalau begini, ketika naik bus 80 ini seakan-akan ana naik busnya Imam Bayquni ya,” girangku dalam hati yang duduk kesempitan, berdesakan langsung dengan para mahasiswa Mesir di tengah bangku pertama kelas itu.
Jadi itu tipsnya, bagaimana menurutmu? Pernah naik bus para ulama lain juga?* Zulfikar