Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Dari Mesir

Kalian Orang Indonesia, Punya Banyak Keutamaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Januari 2019 14:13 2:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Januari 2018 14:35
Bagikan
Beginilah pemandangan sebuah bus di Mesir
Bagikan

JUM’AT siang, (22/12/2017) saya meninggalkan asrama menuju rumah teman di Distrik Asyir. Berkunjung kesana membutuhkan 5 menit jalan kaki, dan 10 menit naik angkutan umum.

Iya, naik angkutan berupa mobil yang berisikan 11 penumpang merupakan hal yang biasa. Meskipun begitu, mobil yang satu ini dikenal cepat dari angkutan lainnya, seperti: bis, mini bus.

Sang sopir biasanya juga suka memutarkan radio. Ia menyetel Radio Al-Qur’an Kairo hingga menggema kesudut-sudut mobil. Kadang juga sopir lain memutar lagu khas Mesir. Ya begitulah…

Tapi siang itu, tak ada lantunan Al-Qur’an maupun lagu yang terdengar dari Radio depan. Sopir tampak serius dengan kemudi sembari menaik-turunkan penumpang. Sampai akhirnya sayalah yang sendiri di mobil berwarna putih itu.

“Saya turun di belokan ya rois“, “ok siap”, jawabnya.

Baca Juga

Wakalah Al Ghauri, Pasar Dunia-Akhirat di Kairo
Al Azhar, Orang-Orang Tunanetra dan Louis Braille
“Mengalir” Bersama Wahyu, Warga Mesir punya Cara
“Ta’ashub, Tapi Berdasarkan Ilmu”
Al Azhar, “Surga” Penuntut Ilmu Hadits

“Kamu orang Indonesia?” tanyanya sambil melihatku dari kaca depan. “iya saya orang Indonesia”, jawabku sambil turun membuka pintu.

Baca: Wakalah Al Ghauri, Pasar Dunia-Akhirat di Kairo

Lalu ia menolehkan wajahnya kepadaku dan berucap, “Kalian adalah sebaik-baik manusia”. Terkejutlah saya, sambil mengerutkan dahi.

“Tidaklah kami melihat kalian, kecuali kebaikan. Kita semua dalam banyak musibah, termasuk pemuda-pemuda Mesir,” katanya dengan kesedihan di wajahnya.

“Sesungguhnya akhlak, perilaku baik, serta datangnya kemenangan tidak akan muncul kecuali pemuda-pemudanya menggenggam selalu Al-Qur’an di dadanya,” jelasnya yang membuatku seakan-akan dinasehati oleh seorang alim.

“Siap pak!, In syaa Allah kami laksanakan nasehatnya,” jawabku sembari pamit dan menjabat tangannya.

Hingga tiba di kediaman teman, saya masih ingat kata-katanya, apalagi kata terakhirnya.

“Ingatlah itu, kalau tidak minimal ingatlah Ahmad Ibrahim, nama saya,” ujarya kala itu. 

Menghormati Pencari Ilmu

Rata-rata warga Mesir menghormati para pencari ilmu yang datang ke negerinya. Biasanya di jalan maupun di kendaraan umum kami, para mahasiswa asal Indonesia ditanya tentang daerah asalnya, dan apa yang dipelajari di Mesir.

Mereka juga selalu bilang, “Belajar di Al-Azhar ya?” Tak ayal di akhir perbincangan warga Mesir suka menyebut para penuntut ilmu sebagai ‘ahsannun nass’(orang paling baik), ‘rajulun thayyib’(orang baik), ataupun meletakkan kedua tangan di ubun-ubun kepalanya, sebagai isyarat bahwa ia memuliakannya.

Baca: Rosyida Erowati: Gairah Belajar Bahasa Indonesia Mahasiswa Mesir Mengagumkan

Kebaikan warga Mesir juga dirasakan orang para pencari ilmu ketika menyewa rumah. Biasanya pemilik rumah ketika memiliki rizki lebih suka memberikan bahan pokok, seperti gula di setiap bulannya.

Kadang juga menghadiahkan kitab-kitab islami atau kamus. Tapi itu juga tergantung kebaikan pemiliknya.

Kebaikan ini juga terlihat banyaknya lembaga pemberi beasiswa baik resmi maupun tidak resmi. Yang resmi, seperti: Bu’uts Al-Azhar, Rumah Zakat Kuwait, Bab Ath-Thin Kuwait, Dar Nadwah Arab Saudi, dan Safarah Hidayah. Mereka ini ada yang menyediakan asrama , ataupun hanya memberikan tunjangan tambahan untuk para pencari ilmu.

Seperti inilah kesibukan mahasiswa Indonesia di Masjid al Azhar menjelang ujian [ISTIMEWA]
Yang non-resmi biasanya datang dari orang berizki lebih. Seperti Abu Ainain, ia memberikan tambahan uang kepada 50 mahasiswa setiap bulannya. Ada juga seorang pilot dengan gajinya ia menyediakan dan membiayai asrama mahasiswa pencari ilmu.

Perusahaan pakaian, maupun Super Market juga berlomba-lomba menunjukkan hormatnya kepada para penuntut ilmu. Seperti Mahghoub, perusahaan pakaian yang setiap bulannya menyumbangkan

8.000-10.000 Pound Mesir ke Safarah Hidayah, lembaga wafidin Al-Azhar.

Perusahaan yang menuliskan kalimat “bismillah, maa syaa Allah” di pintu depan kantornya ini juga sering membagikan uang ketika bulan Ramadhan.

Baca: Kekurangtegasan KBRI Jadi Momok Keamanan Mahasiswa Indonesia

Perusahaan berbentuk market, seperti Aulad Rajab juga tidak ingin mengalah. Ia membagikan ayam beku, dan 5 kg beras kepada setiap mahasiswa Indonesia selama 2 bulan dalam setahun.

Kalau bisa membahasakan tentang mereka, bahwa “kebaikan warga Mesir lebih terasa ketika rizki mereka lebih”. Kenapa? Karena biasanya yang lebih itulah yang sering dirasakan manfaatnya.

Secara umum, warga Mesir memiliki perhatian sesama lainnya, baik keluarga, teman, tetangga.

Setiap lewat di jalan, bertemu di masjid maupun di pasar suka bersalam sapa. Bahkan sering dari mereka para lelaki bercipika-cipiki dengan teman kesayangannya, dengan suara khas keluar mulutnya.

Lain lain dengan para ibu. Mereka memiliki kebiasaan banyak berbincang-bincang dengan tetangga.

“Apalagi kalau sudah telpon teman-temannya, 30 menitlah minimal selesai”, kata Abdul Gamal, seorang kawan asal Mesir.

Salah satu kesukaan warga Mesir di daerah adalah kebiasaan mereka memakai jubah khas serta “imamah“(penutup kepala). Mereka memakai baju ini dalam kesehariannya. Di masjid, di rumah, di kebun, di pasar, bahkan di tempat kerja. Bagi mereka, itu menunjukkan suatu harga diri. Jika terlepas salah satunya merupakan aib bagi dirinya.

“Orang Mesir di daerah, kalau menyambut tamu di rumah nya ia harus memakai jubah khasnya itu. Kalaupun sebenarnya cuma tinggal buka pintu, tapi kalau ia tidak memakainya, maka hilanglah izzahnya di masyarakat, “ demikian  dikisahkan Abdul Ghani, guru bahasa Arab kami.*/Zulfi, Mesir

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al AzharAl Qur’anImamahjubah khasKairomahasiswa IndonesiaMesirOrang IndonesiaPencari Ilmupenutup kepalaRadio Al-Qur'anroissopir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kepala AB Iran Janji akan Bantu Hentikan Demonstrasi Anti Rezim
Tulisan selanjutnya ISIS Sinai Ingin Bunuh Semua Anggota Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Dari Mesir

Tradisi Periwayatan Hadits dalam Peringatan Maulid Azhariyun

27 Desember 2015 04:45
Catatan Dari Mesir

Shahih Al Bukhari, Al Azhar dan Sultan Abdul Hamid II

8 Maret 2015 19:24
Catatan Dari Mesir

Sanad Al Arba’in An Nawawiyah Mesir Melalui 7 Ulama Indonesia

30 Januari 2015 21:29
Catatan Dari Mesir

Majelis Tafsir Al Jalalain di “Masjid Pemberontak”

6 Desember 2014 00:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?