Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Tersekulerkannya Pemikiran Jadi Pintu Masuk Pro-LGBT

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Februari 2016 21:00 9:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Februari 2016 21:00
Bagikan
97 negara yang melarang LGBT
Bagikan

Hidayatullah.com–Salah satu pintu masuk pemahaman pro-Lesbian,Homoseksual, Biseksual dan Transgende (LGBT) ialah karena tersekulerkannya pemikiran. Dampaknya adalah kebebasan cara berpikir dan berperilaku.

Demikian diungkapkan Jumiatun Diniah, salah seorang alumnus Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Fatahillah, Jakarta, hari Senin (22/02/2016) kemarin.

“Rata-rata mereka yang pro-LGBT memakai dalih mengatasnamakan HAM. Ketika seseorang sudah terjangkit virus sekularisme, pluralism dan liberalisme, maka sangat berkemungkinan untuk mendukung propaganda LGBT,” kata Jumi yang juga aktif di Yayasan Peduli Sahabat (PS), sebuah lembaga pendampingan dan konseling bagi mereka yang didera SSA (same-sex attraction – red.).

Menurut Jumiatun, kampanye pro-LGBT dilakukan melalui banyak jalur, mulai dari politik, budaya, teologis, hingga melalui lembaga internasional. “Bahkan mereka merangkul para intelektual, agar secara ilmiah seolah bisa dibuktikan bahwa homoseksual adalah sebuah kondisi ‘given’ (dari sananya – red.),” ungkap Jumi, seraya menekankan pentingnya menangkal kampanye gerakan homoseksual tersebut dari berbagai sisi.

Sarjana psikologi tersebut mengemukakan, dalam aktivitas pendampingan dan konseling, sebagai lembaga yang tergolong baru, pihaknya menghadapi cukup banyak tantangan dan kesulitan.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Misalnya dalam hal ketersediaan jumlah resources, baik waktu, tenaga, maupun personil yang berkenan terlibat, demikian juga dengan pendanaan,” kata Jumi.

Ia juga menuturkan bahwa lembaga pendampingan serupa mungkin sudah ada, “tetapi kebanyakan mereka berbayar, dan tidak menyatakan diri secara terbuka menyediakan layanan ‘gratis’.”

Jumiatun bergabung dengan lembaga yang didirikan oleh Agung Sugiarto itu sejak awal-awal Peduli Sahabat menjelma jadi yayasan pada Maret 2015.

Di tengah berbagai tantangan pemikiran sekularisme, pluralism dan liberalism (SePILIS)  serta kesulitan lainnya, Jumiatun dan kawan-kawannya terus bergerak memberikan pencerahan kepada masyarakat.

“Motivasi terbesar saya karena Allah saja,” ujar perempuan alumnus angkatan pertama dari SPI Fatahillah Jakarta itu.*/kiriman Zaki Fathurohman

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:homoseksuallgbtpluralismesekularismeSePILIS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Jilbab Halal”: Menebar Bujuk Rayu dan Rasa Takut [2]
Tulisan selanjutnya Pakar Psikologi: UU Anti LGBT Penting untuk Melindungi Masyarakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?