Hidayatullah.com– Pentingnya talaqqi Al-Qur’an bagi seluruh kalangan umat Islam, baik yang masih usia dini maupun yang telah dewasa bahkan para orangtua. Talaqqi adalah belajar secara langsung berhadapan dengan guru.
Demikian ditekankan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Dr Nashirul Haq dalam acara Tarhib Ramadhan 1442H di Masjid Ar-Riyadh, Gunung Tembak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (10/04/2021).
Dalam acara yang berlangsung sejak bakda subuh ini, Ustadz Nashirul Haq menyampaikan tips singkatnya kepada para ayah dan ibu untuk menjadikan anak dekat dengan Al-Qur’an dan bisa menjadi penghafal Al-Qur’an sejak dini.
Antara lain, ia menyerukan agar para orang tua mulai membiasakan anak-anak mereka dekat dengan Al-Qur’an sejak usia dini bahkan sejak sebelum sang anak lahir sekalipun.
“Sejak dalam kandungan (anak) sudah diperdengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an. Dan itu pastinya memberi pengaruh. Pada saat lahir diperdengarkan lagi secara tartil,” ujar alumnus Universitas Islam Madinah ini dalam acara bertema “Talaqqi Al-Qur’an Bangun Peradaban” itu.
Begitu pula seterusnya, dalam setiap jenjang perkembangan sang anak, selalu didekatkan dengan Al-Qur’an antara lain dengan dibacakan. “Insya Allah dalam umur 5 tahun dia sudah jadi hafizh Qur’an,” ujarnya seraya mengambil contoh para ulama terdahulu yang telah hafal Al-Qur’an sejak usia dini.
Tentunya, Ustadz Nashirul mengingatkan, untuk bisa mengantarkan anak-anak kaum Muslimin membaca Al-Qur’an dengan benar sejak bayi, “Maka orangtuanya juga harus di-talaqqi terlebih dahulu.”
Inilah kata dia yang diterapkan Hidayatullah kepada para generasi pelanjutnya saat ini.
Di Hidayatullah Gunung Tembak, misalnya, berdasarkan pengamatan, beberapa tahun belakangan ini marak bermunculan fenomena para sesepuh dan orangtua yang belajar secara talaqqi kepada para pengajar muda yang telah menguasai bacaan Al-Qur’an bersanad. Begitu pula, cukup banyak anak sekolah usia dini yang mulai diajarkan cara membaca Al-Qur’an sesuai riwayat yang langsung bersumber dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Terkait itu pula, Ustadz Nashirul kembali menyegarkan bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat dari Allah, sehingga siapa saja termasuk para orang tua yang berputus asa dalam mempelajarinya. Allah akan memberikan kemudahan kepada siapa saja yang mau mempelajari Qur’an. Meskipun anak-anak kata dia akan lebih cepat menguasai atau menghafal Al-Qur’an. “Kalau orangtua lambat hafalnya, cepat lupanya,” ujarnya.
Acara yang disiarkan secara live streaming lewat akun Youtube LPPH Gunung Tembak ini diikuti dan disaksikan lebih dari dua ribu peserta, baik yang offline maupun online.
Hadir sebagai pemateri utama pada Tarhib Ramadhan ini selain Dr Nashirul Haq yaitu Perintis Hidayatullah yang juga Ketua Dewan Pembina Hidayatullah UmmulQura Ustadz Hasyim HS, serta Ketua Badan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan Ustadz Hamzah Akbar.
Acara Tarhib Ramadhan 1442H Hidayatullah UmmulQura ini dirangkai dengan sejumlah kegiatan, yaitu Pemberian Sanad Al-Qur’an Qiraah ‘Ashim, Sosialisasi Program YPPH, Galang Infaq Sahur dan Buka Puasa, serta Pembacaan Surat Keputusan (SK) Penugasan Santri Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra.
Di penghujung acara Tarhib Ramadhan 1442 H tersebut, dilakukan lelang amal atau penggalangan dana untuk berbuka puasa dan sahur para ustadz dan santri Hidayatullah UmmulQura. Tampak warga, santri, ustadz, dan para jamaah begitu antusias menyambut lelang amal tersebut. Mereka berbondong-bondong mendaftarkan dirinya untuk turut berinfaq, baik yang memberikan langsung secara tunai maupun via transfer.
Termasuk sejumlah santri yang barusan dibacakan SKnya, turut menyumbang. Ada yang menyatakan siap berinfaq Rp 200 ribu, aada yang Rp 50 ribu. “Al Fath 200 ribu,” ujar Ustadz Irwan Budiana, Kepala SMH, yang memimpin pelelangan tersebut.
“Adik adik santri yang mau berinfaq Rp 200 ribu untuk memberi makan orangtua atau santri silakan angkat tangan!” ujarnya ke arah para santri.
Lalu kemudian, para santri diserukan untuk berinfaq minimal Rp 20 ribu. “Siap, Bisa!” jawab para santri di ruang utama Masjid Ar-Riyadh.
Begitu pula di Youtube, jamaahnet –istilah untuk warganet– turut berpartisipasi. Ada yang menyatakan siap menyumbangkan dana ratusan ribu hingga jutaan rupiah. “Iin saya Alloh 1 juta rupiah,” tulis akun Nana Bpn mengomentari tayangan di Youtube tersebut.* (Media Center Hidayatullah UmmulQura)