Hidayatullah.com—Kamis pagi, pukul 07.00 pagi waktu Saudi atau tepat pukul 11.00 siang waktu Indonesia, jamaah haji Indonesia mulai bergerak dari pemondokan menuju Arafah. Keberangkatan jamaah dari pemondokan ke Arafah akan dibagi ke dalam tiga gelombang.
Gelombang kedua akan diberangkatkan setelah Zuhur dan gelombang ketiga akan berangkat ke Arafah setelah Maghrib. Pembagian jam keberangkatan jamaah ke Arafah ditentukan oleh para ketua kloter dengan berkoordinasi dengan maktab. ‘’Setiap maktab akan mendapatkan 18 sampai 20 bus,’’ ungkap Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Makkah, Denny Kusdyan, Senin (23/10/2012) malam.
Dikutip Media Center Haji (MCH), secara keseluruhan total bus yang disediakan untuk mengangkut jamaah haji Indonesia pada puncak haji – Arafah, Muzdalifah, Mina dan Makkah – mencapai 2.041 unit. Bus-bus itu dibagi berdasarkan maktab. Setiap rute perjalanan jumlah bus yang disediakan telah disesuaikan dengan kebutuhan.
Kepala Daerah Kerja Makkah meminta agar seluruh jamaah haji yang akan berangkat Arafah berpatokan kepada jadwal yang telah disepakati oleh ketua kloter dan maktab. Pihaknya meminta agar jamaah tak menunggu di trotoar depan rumah sebelum ada pemberitahuan waktu keberangkatan.
‘’Jamaah juga kita minta bersabar dan tak berebutan. Karena jumlah bus yang disediakan akan mengangkut semua jamaah,’’ tutur Arsyad. Pihaknya juga meminta kepada petugas pengendali transportasi, petugas sector, dan kloter bekerja sama untuk berkoordiansi dengan pihak maktab untuk memastikan jadwal kedatangan dan keberangkatan bus.
Menteri Agama yang juga Amirul Haj, Suryadharma Ali, meminta agar petugas transportasi mencermati waktu keberangkatan jamaah dari pemodokan ke Arafah. Ia meminta agar jamaah jangan sampai tiba di Arafah pada tengah malam.
‘’Karena itu pastikan sebelum tengah malam jamaah semuanya sudah tiba di Arafah, hal itu penting agar jamaah tak kelelahan,’’ tutur Suryadharma Ali. Pihaknya juga meminta agar jamaah membawa makanan ekstra seperti kurma untuk menjaga adanya keterlambatan.
Menurut Arsyad, pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke Padang Arafah akan dibarengi dengan dilakukannya “sweeping” (pembersihan) pemondokan.
“Kita akan melakukan “sweeping” di setiap pemondokan agar jangan sampai ada jemaah haji yang tertinggal di pemondokan,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Syaerozi Dimyathi, mengatakan, persiapan Puncak Haji 1433H telah rampung 100 persen. Seluruh fasilitas di Arafah, Muzdalidah, dan Mina sudah siap menerima sebanyak 194 ribu jamaah calon haji Indonesia.
‘’Kita telah berkoordinasi dengan pihak maktab untuk penempatan dan naqobah untuk transportasi jamaah,’’ ujar Syaerozi kepada MCH, di sela-sela acara malam perkenalan petugas haji dengan Amirul Haj di Qasr Tayyamuz, Jabal Nur, Makkah, Kemarin.
Terkait tenda-tenda jamaah untuk wukuf di Arafah, kata Dimyathi, telah siap 100 persen.*