Hidayatullah.com–Indonesia akan menggagas pembentukan semacam asosiasi atau komunitas negara pengirim jemaah haji terbesar ke Arab Saudi. Hal itu dianggap akan mampu meningkatkan posisi tawar, terutama dalam hal perumahan jemaah di Makkah.
”Gagasan ini memang perlu dimatangkan di internal. Dalam menyewa rumah, misalnya, sedapat mungkin memiliki kesamaan dalam penentuan spesifikasi kualitas. dan yang utama adalah masalah harga,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Agama M Jasin di Makkah, Sabtu (28/9/2013).
Menurut dia, jika bisa dilakukan, itu akan menekan asosiasi yang ada di Arab Saudi (muassasah) sehingga tak lagi memasang harga bervariasi antara negara satu dengan yang lain. Hal yang sama harus berlaku dalam hal penyediaan sarana prasarana dan pelayanan.
”Jadi, tidak ada lagi disparitas. Kalaupun tidak sama persis, ya paling tidak mempunyai nilai kualitas yang hampir sama (comparable quality services),” tuturnya.
Jasin mengatakan, Indonesia sudah melangkah ke arah sana. Dalam pembicaraan informal, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu pun sudah menyatakan persetujuannya.
”Kami sendiri sudah berkesempatan berkunjung ke Komisi Haji sejumlah negara, seperti Turki, India, Pakistan, Malaysia, Nigeria, dan Singapura. Kami menyaksikan adanya disparitas pelayanan di Arab Saudi. Itulah yang kemudian menjadi inspirasi,” ujarnya, dalam laman Pikiran Rakyat.
Ia berharap, seusai penyelenggaraan haji 1434 Hijriah, langkah konkret pembentukan asosiasi itu sudah dimulai secara insentif. Dengan demikian, paling tidak, pada musim haji tahun depan, sudah ada kekuatan riil dari organisasi itu untuk “menekan” muassasah di Arab Saudi.*