Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Haji & Umrah

Haji “Mushlih”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 September 2016 06:53 6:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 September 2016 06:53
Bagikan
Pria ini menggendong ibunya agar bisa melaksanakan ibadah Haji
Bagikan

Oleh: Umar Hadi

 

Haji menempati kedudukan yang sangat tinggi dalam struktur ajaran Islam; termasuk rukun Islam yang kelima. Ada pahala yang sangat besar yang dijanjikan Tuhan bagi orang  ikhlas menunaikan ibadah yang membutuhkan kesiapan mental, finansial dan fisik ini. Karena itu haji menjadi impian setiap muslim.

Dalam pandangan Islam, setiap ibadah memiliki dua dimensi yang saling berkaitan; dimensi vertikal dan horizontal. Dimensi vertikal bertugas menguatkan kapasitas internal keimanan dan ketakwaan. Sementara dimensi horizontal mengokohkan persaudaraan, simpati, empati, dan semangat filantropi lainnya. dua dimensi di atas menyatu secara elegan dalam ibadah haji.

Karena,  pelaksanaan ibadah haji sebagai sebuah persembahan tentang penciptaan, sejarah, keesaan, ideologi Islam, dan ummah. Sehingga, siapapun yang melaksanakan ibadah haji harus mempersepsi dirinya sebagai seorang pahlawan yang punya tanggung jawab besar mencerdasakan kehidupan umat dalam berbagai aspeknya ketika kembali ke tanah air masing-masing.  Haji yang punya kesadaran aktif memperbaiki kehidupan masyarakat itulah yang saya sebut dengan ‘haji mushlih’.

Baca Juga

Saudi Ingatkan Penyedia Layanan Haji Patuhi Aturan, Siapkan Sanksi Tegas
Mulai Minggu Depan, Arab Saudi Ubah Masa Berlaku Visa Jadi 1 Bulan
Pemerintah Rekrut Petugas Haji pada November, Dilatih di Barak 1 Bulan
BSI Catat Kenaikan Rekening Tabungan Haji 13,51 Persen Per Juli 2025
Haji 1446 H Kereta Al-Mashaaer Al-Mugaddassah dan 10.500 Titik Wi-Fi Siap Melayani Jamaah

Pendidikan Ibadah haji yang melahirkan manusia muslim yang mushlih dapat dijelaskan melalui fakta bahwa dalam ibadah haji manusia dingatkan kembali visi dan misi eksistensialnya di dunia; sebagai khalifatullah.  Muslih yaitu orang-orang yang berbuat baik dan menginginkan kebaikan.

Kesadaran sebagai khalifatullah sendiri lahir dari semangat kesadaran bertauhid yang, salah satunya, dapat ditransfusi melalui pemahaman yang utuh terhadap kalimat talbiyah.

Kalimat talbiyah yang mengajarkan tauhid menegaskan bahwa manusia yang ideal itu bukanlah manusia yang selalu asik berhubungan dengan Tuhannya (asketik), tetapi alpa dengan urusan kemanusiaan sesamanya.  Tauhid sebagai esensi ibadah haji telah lama dipahami oleh para ulama sebagai elan vital dan etos pembebasan masyarakat dari perbudakan, penjajahan, pembodohan, dan semua tindakan-tindakan yang merusak kehormatan manusia.

Dengan kata lain, Tauhid harus ditransformasi menjadi ideologi dan pandangan hidup (worldview) yang menyentuh realitas sosial. Amin Rais menyebutnnya dengan Tauhid Sosial. Manifestasinya tercermin dalam sikap budaya, sikap mental yang selalu berkontribusi dan mendistribusikan kebaikan dimana saja dan kapan saja

Fakta para haji yang menjadi agen reformasi (mushlih) dengan melakukan aksi-aksi kepahlawanan, terekam secara apik dalam sejarah Islam Nusantara. Pada masa kolonial mereka bertidak sebagai counter-elit yang sangat meresahkan para penjajah.

Misalnya, Muhammad Darwis yang pergi haji dan ketika pulang mendirikan Muhammadiyah, KH Hasyim Asyari yang pergi haji dan kemudian mendirikan Nadhlatul Ulama, Dr Samanhudi yang pergi haji dan kemudian mendirikan Sarekat Dagang Islam, Cokroaminoto yang juga berhaji dan mendirikan Sarekat Islam.

Itu sebabnya, belanda pada waktu itu menerapkan politik identitas dengan memberikan gelar “haji” bagi muslim Nusantara yang berangkat haji ke Makkah. Tujuannya, agar mereka mudah diawasi. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintahan Belanda Staatsblad tahun 1903.

Menjadi haji yang mushlih memang berisiko daripada haji yang shalih (saleh secara pribadi). Alasannya para haji yang mushlih selalu aktif terlibat menebar kebaikan dan mencegah kerusakan. Dan salam sejarah, siapapun yang melakonkan aksi-aksi kepahlawanan selalu mendapatkan intimadasi dan resistensi lainnya. Itulah sebabnya Lukman al-Hakim mewasiatkan anak-anaknya agar bersabar ketika menjadi orang-orang yang mushlih (QS. Lukman: 17).

Meski menjadi haji yang mushlih sarat resiko, namun keberadaan mereka bisa menjadi salah satu sebab tuhan tidak menurunkan azabnya ke negeri negeri yang zalim (QS. Hud: 117). *

Penulis tinggal di Berau

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hajiHaji 2016muslih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prostitusi Homo Terbongkar, Guru Besar IPB Ingatkan Waspada LGBT
Tulisan selanjutnya Hari Raya Serentak, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1437 H 12 September 2016

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaInfo Haji & Umrah

Awas Panas! Wukuf Arafah Jamaah Haji Diimbau Tetap di Kemah

4 Juni 2025 14:18
BeritaInfo Haji & Umrah

Arab Saudi Sambut Kedatangan 500 Kerabat Tahanan dan Syuhada Palestina untuk Berhaji

3 Juni 2025 13:59
Info Haji & Umrah

Tingkatkan Akurasi Prakiraan Cuaca Selama Haji, Saudi Kerahkan 18 Stasiun Pemantauan

2 Juni 2025 13:49
Info Haji & Umrah

Arab Saudi Usir 205.000 Peziarah Tanpa Izin Haji dari Makkah

2 Juni 2025 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?