Hidayatullah.com–Arab Saudi memutuskan untuk mengizinkan jamaah Umrah yang tinggal di Qatar untuk memasuki kerajaan (di semua maskapai kecuali Qatar Airways) selama 10 hari terakhir dari bulan puasa Ramadhan, yang akan berakhir pada pertengahan Juni.
Dilansir Anadolu Agency, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Saudi untuk urusan Haji dan Umrah pada Selasa kemarin, penduduk Qatar harus mengajukan permohonan untuk kunjungan melalui perusahaan resmi Saudi saja.
Namun, jamaah yang datang dari Qatar harus mengambil penerbangan tidak langsung ke kerajaan karena semua penerbangan langsung antara kedua tetangganya telah ditangguhkan sejak Juni tahun lalu.
Baca: Sebuah E-mail Bocoran, Dugaan Saudi Berencana Serang Qatar
Menurut Saudi Press Agency, pelamar harus mengajukan permohonan visa secara online karena saat ini tidak ada kedutaan Saudi yang berfungsi di Doha.
Ini adalah pertama kalinya bagi Arab Saudi untuk mengizinkan para peziarah datang dari Qatar untuk memasuki negara itu sejak hubungan antara kedua negara diputus satu tahun yang lalu.
Pada tanggal 6 Juni tahun lalu, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain secara kolektif memutuskan hubungan dengan Qatar, dengan menuduhnya mendukung kelompok-kelompok terkait terorisme, meski tak terbukti.
Blok yang dipimpin Saudi juga memberlakukan blokade darat, laut dan udara di Qatar, dengan Riyadh menutup perbatasan perbatasan Abu Samra, yang menghubungkan kedua negara.
Blok Arab empat negara juga menyerukan Doha untuk memenuhi daftar panjang tuntutan atau menghadapi sanksi lebih lanjut. Tuntutan itu termasuk penutupan jaringan televisi Aljazeera di Qatar dan penutupan pangkalan militer Turki yang terletak di dekat Doha.
Qatar, untuk bagiannya, dengan gigih menyangkal tuduhan terorisme dan menggambarkan blokade yang sedang berlangsung oleh negara-negara Arab sesama sebagai pelanggaran hukum internasional.*/Sirajuddin Muslim