Hidayatullah.com– Jamaah calon haji asal Indonesia yang berada di Tanah Suci kini sudah mencapai 125.365 orang, dari 310 kloter. Sebanyak 17 orang di antaranya meninggal dunia.
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadi (Siskohat) Kementerian Agama, Rabu (24/07/2019) pukul 07.08 waktu Arab Saudi (WAS), jamaah tersebut tiba melalui Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah dan King Abdul Aziz, Jeddah.
Adapun jumlah petugas yang mendampingi sebanyak 1.550 orang. Sedangkan kloter yang berangkat hingga Rabu kemarin tercatat 316 dengan jumlah jamaah 127.705 orang.
Dari 17 jamaah yang telah wafat, yang terbaru dua jamaah calon haji Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi. Keduanya adalah Sutrisno Surahman Ahmad dari Embarkasi Batam dan Sirojudin Hasan Hamidah asal Embarkasi Lombok.
Mayoritas jamaah meninggal dunia di Madinah, rata-rata mengidap penyakit gangguan pernafasan, jantung, dan pembuluh darah.
Adapun ke-17 jamaah yang wafat di Tanah Suci yaitu sebagai berikut:
1. Khairil Abbas Salim (BTH 23), usia 62 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019, di RSAS Madinah
2. Sumiyatun Sowikromo Sutardjan (SOC 2), usia 57 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019, di pesawat menuju Madinah
3. Mudjahid Damanhuri Mangun (SOC 44), usia 74 tahun, meninggal pada 9 Juli 2019, di RSAS Madinah
4. Subli bin Muhammad Nasri (BTH 32), usia 61 tahun, meninggal pada 11 Juli 2019, di RSAS Madinah
5. Artapiah Armin Musahab (JKG 86), usia 60 tahun, meninggal pada 12 Juli 2019, di pesawat menuju bandara Madinah
6. Soeratno G Mangun Wiyoto (SUB 45), usia 74 tahun, meninggal pada 15 Juli 2019, di RSAS Madinah
7. Ahmad Suparman bin Jubed (JKS 01), usia 53 tahun, meninggal pada 17 Juli 2019, di RSAS Madinah
8. Rabiun Daliman Arsyad (LOP 6), usia 54 tahun, meninggal 18 Juli 2019, di pemondokan Madinah
9. Supardjo Rata Ilyas (JKS 41), usia 76 tahun, meninggal 20 Juli 2019, di pesawat dalam perjalanan menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah
10. Ahmad Dimyati Ruhbi (JKS 18), usia 56 tahun, meninggal 21 Juli 2019 di RSAS Makkah
11. Sapan Tumanga Loga (UPG 4), usia 69 tahun, meninggal 21 Juli 2019, di pemondokan Makkah
12. Nasikin bin Sinwan Abdul Salam (SOC40), 63 tahun, meninggal dunia 21 Juli 2019 di RSAS Madinah
13. Muh Rum bin Rasim Batubara (MES05) , 65 tahun, meninggal dunia 21 Juli 2019 di Pondokan Madinah
14. Hamna binti Nawi Finan (JKG11), 69 tahun, meninggal dunia 22 Juli 2019 di RSAS Madinah
15. Suhari Abu bin Subari (PDG14), 88 tahun, meninggal dunia 22 Juli 2019 di RSAS Madinah.
Baca: Berbagai Tantangan Jamaah Haji di Bawah Suhu Ekstrem Menyengat
Polisi Saudi Proses Penabrak Jamaah
Sementara itu, baru-baru ini salah seorang jamaah haji Indonesia jadi korban kecelakaan lalu lintas di Makkah. Calon haji asal Embarkasi Jakarta (JKG) itu tertabrak saat hendak menyeberang jalan.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Subhan Cholid menduga jamaah tersebut salah mengantisipasi kendaraan saat menyeberang jalan.
Memang, sebagaimana diketahui, ada perbedaan jalur kendaraan di Arab Saudi dibandingkan dengan Indonesia. Bila di Tanah Air kendaraan melaju di jalur kiri, sedangkan di Arab Saudi di jalur kanan.
Pihak kepolisian Saudi telah memproses penabrak jamaah Indonesia.
“Jamaah tersebut sudah dibawa ke rumah sakit dan sudah diobati di sana, dan yang menabrak juga sudah diproses di Kepolisian, dia akan bertanggung jawab sampai kesembuhan jamaah tersebut,” ujar Subhan Cholid rilis Media Center Haji (MCH) Kemenag, Rabu (24/07/2019).
Baca: Petugas Haji Jalan Kaki 15 Km Per Hari Antar Jamaah Tersasar
Jamaah pun diingatkan berhati-hati saat beraktivitas atau menjalani ritual ibadahnya. Ia juga mengimbau jamaah haji agar memperhatikan tata cara berlalu lintas di Arab Saudi saat beraktivitas di luar.
“Bagaimana cara menaiki kendaraan dan juga menyeberang jalan. Karena ini menyangkut kebudayaan,” ungkapnya.
Jamaah pun mesti berhati-hati saat menaiki lift hotel dan tangga jalan (eskalator) di Masjidil Haram. Sebab, ada sejumlah laporan jamaah yang mengenakan kain ihram terjepit eskalator sampai terjatuh.
“Oleh karena itu kami mengimbau jamaah untuk berhati-hati baik di jalan, hotel, maupun di Masjidil Haram,” imbaunya.*