Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Haji & Umrah

Berbagai Tantangan Jamaah Haji di Bawah Suhu Ekstrem Menyengat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Juli 2019 07:00 7:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Juli 2019 07:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pada musim haji tahun 1440H/2019M ini, suhu ekstrem mencapai 44 derajat celsius di Kota Makkah berdasarkan catatan BMKG. Puncak musim panas diperkirakan akan terjadi pada puncak musim haji, Agustus-September 2019.

Dihimpun hidayatullah.com pada Selasa (23/07/2019), ada beberapa tantangan tersendiri bagi jamaah haji khususnya asal Indonesia dalam beribadah di Tanah Suci.

Cuaca Panas

Perbedaan cuaca di Indonesia dengan di Tanah Suci membuat jamaah harus beradaptasi. Suhu udara di Arab Saudi yang lebih panas menyengat pun berdampak pada banyak hal terkait kesehatan.

Misalnya, telapak kaki jamaah Indonesia banyak yang melepuh setelah berjalan tanpa alas kaki di Masjidil Haram.

Baca Juga

Saudi Ingatkan Penyedia Layanan Haji Patuhi Aturan, Siapkan Sanksi Tegas
Mulai Minggu Depan, Arab Saudi Ubah Masa Berlaku Visa Jadi 1 Bulan
Pemerintah Rekrut Petugas Haji pada November, Dilatih di Barak 1 Bulan
BSI Catat Kenaikan Rekening Tabungan Haji 13,51 Persen Per Juli 2025
Haji 1446 H Kereta Al-Mashaaer Al-Mugaddassah dan 10.500 Titik Wi-Fi Siap Melayani Jamaah

Suhu yang berbeda antara Indonesia dan Arab Saudi kerap menimbulkan masalah kesehatan bagi jamaah haji Indonesia.

Menurut Kepala Seksi Kesehatan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah, Dr Muhammad Imran, di Kota Makkah, banyak kasus telapak kaki jamaah Indonesia yang melepuh akibat memaksakan berjalan tanpa alas kaki di kawasan Masjidil Haram.

“Ketika sandalnya hilang, jamaah bilang seperti ini kalau di Indonesia sudah biasa jalan tidak pakai sandal saat ke sawah dan tambak. Ternyata ketika itu dipaksakan, kaki mereka luka dan melepuh,” ungkapnya.

Hal tersebut ini dinilai karena kurangnya pemahaman dan informasi tentang lingkungan di Tanah Suci.

“Artinya pemahaman dan informasi kepada kepada jamaah itu sangat penting, terutama bagi mereka yang belum pernah keluar daerah dan kini langsung ke negara yang suhunya cukup tinggi. Selain itu, banyak juga jamaah kita yang lupa di mana menaruh sandalnya,” sebutnya.

Baca: Jamaah Calon Haji Jumatan di Tengah Cuaca Panas Tanah Suci

ISPA

Selain cuaca panas, tantangan lain yang dihadapi jamaah dalam beribadah adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Menurut Imran, keluhan utama jamaah haji saat berobat di KKHI Daker Makkah yaitu tentang ISPA.

“Penyakitnya di kloter didominasi ISPA. Kemudian hipertensi, paru menahun yang banyak dirawat di KKHI Makkah, sedangkan yang dirujuk di RSAS di dominasi phneumonia dan jantung,” ujar Imran.

Hingga saat ini, KKHI sedikitnya telah menangani 76 jamaah, beberapa di antaranya telah diperbolehkan kembali ke pemondokannya, sejumlah orang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Bagi pasien yang terkena penyakit ISPA, tim KKHI melakukan rehidrasi komposisi cairan tubuh. “Kemudian layanan gangguan paru diterapi oksigen,” sebutnya.

Baca: Dehidrasi Mendominasi di Klinik, Jamaah Haji Diimbau Rajin Minum

Dehidrasi

Mengalami dehidrasi juga tantangan bagi jamaah dalam beribadah di Tanah Suci. Menurut Imran, penyakit-penyakit yang dialami jamaah biasanya muncul akibat dehidrasi.

Hipertensi katanya bisa lebih parah jika jamaah mengalami dehidrasi. Kondisi dehidrasi juga bisa memicu demensia. Demensia adalah penyakit dengan gejala perubahan cara pikir dan interaksi dengan orang lain. Seringkali memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara, dan kemampuan motorik terpengaruh.

Ahad (21/07/2019) lalu, dilaporkan ada dua orang yang dirawat di KKHI Makkah karena demensia. Salah satunya, jamaah laki-laki dari kloter UPG-05 berusia 89 tahun. Jamaah ini bisa berangkat ke Saudi karena demensianya masih kelompok rendah atau sedang.

Usai diberi cairan infus dan makan, kondisinya mulai stabil. Sebelumnya, ketika berada di hotel, demensianya kambuh. Sebab, saat itu tak ada yang memperhatikannya, memintanya rajin minum air putih.

Baca: Jamaah Haji Diimbau Jaga Kesehatan Agar Ibadah Maksimal

Kepadatan Jamaah

Di samping kesehatan, faktor lain yang menjadi tantangan bagi jamaah adalah saat bergabung dengan beratus-ratus ribu jamaah dari berbagai negara lainnya di Masjidil Haram.

Meskipun kompleks Masjidil Haram telah diperluas oleh Kerajaan Arab Saudi, namun kepadatan jamaah khususnya di sekitar Ka’bah tetap tak bisa terhindarkan. Hal ini mengingat tingginya antusias kaum Muslimin untuk beribadah di dekat Ka’bah, terutama mencium Hajar Aswad yang merupakan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Akan tetapi, usaha untuk mencium Batu Hitam tersebut diketahui bukan hal yang mudah di saat Masjidil Haram sedang padat-padatnya jamaah, butuh perjuangan dan pengorbanan.

Menurut Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid, berdasarkan laporan Sektor Khusus Masjidil Haram, pada Selasa (23/07/2019) pagi ini waktu Arab Saudi, ada dua jamaah haji Indonesia yang terluka setelah berusaha mencium Hajar Aswad di dinding Ka’bah.

“Berdasarkan laporan yang saya terima, ada dua jamaah yang terluka hari ini akibat memaksakan diri ingin mencium Hajar Aswad,” sebutnya.

Kedua jamaah pria tersebut masing-masing berusia 60 dan 71 tahun, berasal dari embarkasi Banjarmasin (BDJ) dan embarkasi Solo (SOC). Mereka ditemukan terluka dan sesak nafas setelah terinjak jamaah-jamaah lain saat mencoba mencium Hajar Aswad usai tawaf.

“Alhamdulillah keduanya telah memperoleh pengobatan dari tim P3JH yang berada di lapangan, dan telah kembali ke penginapan masing-masing. Tapi kami berharap, hal seperti ini tidak terulang atau dialami jamaah lainnya,” tegas Subhan.

Menurut tim Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) Pradipta Suarsyaf yang melakukan penanganan medis terhadap dua jamaah tersebut, selain terinjak jamaah lain yang mengakibatkan sesak nafas, keduanya juga mengalami kulit terkelupas.

“Ini disebabkan kulit kering akibat terpapar sinar matahari, dan kurangnya cairan pada tubuh,” sebutnya.

Baca: Sudah 11 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Imbauan kepada Jamaah

Terkait berbagai tantangan di atas, pihak pemerintah Indonesia dalam hal ini petugas haji menyampaikan sejumlah imbauannya.

Antara lain, mengingatkan suhu yang begitu panas, jamaah dipesankan sebaiknya menggunakan pelindung tubuh seperti payung, penyemprot wajah, dan juga pelembab agar kulit tidak kering selama di Tanah Suci.

Imran mengimbau jamaah haji Indonesia, jika kehilangan alas kaki agar segera melapor petugas yang selalu bersiaga di pos-pos Masjidil Haram.

Tim Gerak Cepat (TGC) di bawah petugas haji Indonesia katanya sudah dibekali dan memiliki persediaan alas kaki yang dapat digunakan oleh jamaah.

Akan tetapi, jika jamaah terlanjur melepuh kakinya, maka akan diberikan obat berupa salep untuk mempercepat proses luka pada kaki calon haji. “Salep khusus ada untuk penanganan luka melepuh dan biasanya jamaah tidak balik ke hotel, karena akan kita bawa ke KKHI untuk penanganan rawat luka di sini,” ujar Imran.

Jamaah pun diimbau untuk tidak keluar pemondokan sendirian karena kondisi iklim dan cuaca Tanah Suci sangat berbeda dengan di Indonesia.

Baca: Petugas Haji Jalan Kaki 15 Km Per Hari Antar Jamaah Tersasar

Selain itu, Imran menganjurkan kepada jamaah yang sudah lanjut usia (lansia) maupun yang sedang sakit, agar mengambil keringanan dalam pelaksanaan ibadah hajinya. Ini agar ibadah haji mereka tetap sah.

“Misalnya pakai skuter atau kursi roda. Bagi yang umrah pilih waktu teduh. Mulai maghrib sampai setelah subuh,” jelasnya di Makkah, Ahad (21/07/2019).

Terkait ibadah di sekitar Ka’bah, Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid mengimbau jamaah Indonesia agar tak memaksakan diri untuk mencium Hajar Aswad.

“Kami mengimbau jamaah untuk tidak memaksakan diri agar dapat mencium Hajar Aswad. Saat melaksanakan ibadah, perhatikan juga keamanan diri. Ukur kemampuan fisik, jangan sampai karena ingin mengejar sunnahnya, malah menjadi mudharat,” ujarnya di Makkah, Senin (22/07/2019) waktu Arab Saudi.

Imran juga mengingatkan jamaah agar memilih waktu yang tepat untuk menjalankan ibadah di Masjidil Haram. Jamaah lansia sebaiknya menggunakan fasilitas yang disediakan Masjidil Haram. Seperti menggunakan skuter atau kursi roda.

Menurut Imran, waktu antara shalat isya sampai pagi cukup pas untuk beribadah.

Sedangkan Kepala Daker Makkah Subhan Cholid juga mengingatkan agar jamaah memilih waktu yang pas untuk ke Masjidil Haram.

Tujuannya untuk menghindari penumpukan jamaah di Terminal Syib Amir di dekat Masjidil Haram. Menurutnya, waktu setelah isya atau jam 10 malam itu sudah cukup lengang terminal itu. Dengan demikian, jamaah yang ke Masjidil Haram tidak berbarengan dengan rombongan lain yang pulang seusai shalat isya.

Pihak Kementerian Kesehatan RI berpesan kepada para jamaah agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengingat suhu udara di Arab Saudi yang sangat panas.

Perilaku PHBS perlu dilakukan juga supaya kondisi kesehatan jamaah tetap terjaga sehingga dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan maksimal.

Baca: Lelahnya Perjalanan dari Madinah “Hilang” Saat Jamaah Tiba di Makkah

Butuh Pengorbanan

Diketahui, haji merupakan ibadah yang membutuhkan pengorbanan dan perjuangan panjang untuk menyelesaikannya. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin sebelumnya telah meminta para jamaah haji agar mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Selain memahami betul tata cara pelaksanaan haji, Menag juga telah mengimbau jamaah agar mempersiapkan diri secara fisik dengan sebaik-baiknya. Rangkaian haji adalah ibadah yang sangat membutuhkan kesehatan, kebugaran jasmani. Kesiapan maksimal dalam fisik serta mental bisa membuat jamaah melaksanakan tahapan ibadah haji secara maksimal.

Bersyukur dan bersabar dalam berhaji merupakan hal penting yang harus dipegang jamaah. Sebab tidak semua kaum Muslim telah diberi kesempatan ke Tanah Suci.

Oleh karena itu, Menag mengimbau para jamaah agar betul-betul menjaga niat beribadah haji karena Allah Subhanahu Wata’ala, bukan karena hal-hal lain.

Pada tahun ini, Indonesia memberangkatkan 241 ribu jamaah haji, terdiri dari jamaah haji reguler dan khusus, ditambah adanya penambahan kuota haji sebesar 10 ribu.* (SKR/dari berbagai sumber)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudihajihaji 1440H/2019Mjamaah haji IndonesiaKemenagmakkahMasjidil Haram
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Benarkah Ali Bin Abi Thalib Pernah ke Garut?
Tulisan selanjutnya Polisi Proses Hukum Denny Siregar yang diduga Hina Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaInfo Haji & Umrah

Awas Panas! Wukuf Arafah Jamaah Haji Diimbau Tetap di Kemah

4 Juni 2025 14:18
BeritaInfo Haji & Umrah

Arab Saudi Sambut Kedatangan 500 Kerabat Tahanan dan Syuhada Palestina untuk Berhaji

3 Juni 2025 13:59
Info Haji & Umrah

Tingkatkan Akurasi Prakiraan Cuaca Selama Haji, Saudi Kerahkan 18 Stasiun Pemantauan

2 Juni 2025 13:49
Info Haji & Umrah

Arab Saudi Usir 205.000 Peziarah Tanpa Izin Haji dari Makkah

2 Juni 2025 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?