Hidayatullah.com–Masjidil Haram pada hari Ahad 8 Zulhijah yang juga dikenal sebagai Hari Tarwiyah tetap menerima jamaah haji. Ibadah di tengah penerapan sistem pelayanan terpadu dan langkah-langkah keamanan untuk memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan nyaman.
Manajemen dua masjid suci telah menyediakan berbagai layanan untuk jamaah haji, termasuk melakukan operasi desinfeksi di dalam Masjidil Haram dan pekarangannya, lapor Kantor Berita Arab Saudi, SPA. Selain itu, manajemen juga menerima jemaah haji yang datang dari tiga sentra yang menghimpun jemaah sekaligus mengkoordinasikan kepulangannya setelah selesai thawaf.
Tidak ada kasus Covid-19 yang terdeteksi di antara jamaah haji tahun ini, menurut pejabat kesehatan Arab Saudi pada konferensi pers di Makkah, Ahad (18/7/2021). Pejabat Kementerian Keamanan, Kesehatan, dan Haji Arab Saudi mengatakan bahwa tindakan pencegahan terhadap Covid-19 telah diterapkan sepenuhnya.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Dr Mohammed Al-Abd Al-Aly dikutib Arabnews mengatakan sejauh ini tidak ada kasus yang terdeteksi. Dia menambahkan bahwa protokol kesehatan dan tindakan pencegahan dapat memastikan musim haji yang aman.
Saudi menerapkan protokol fase pertama dilaksanakan sebelum jamaah haji tiba di Masjidil Haram di Makkah pada Sabtu (17/7/2021) untuk memulai ibadah haji. “Pada fase itu, kami memastikan semua jamaah sudah mendapatkan vaksin yang diperlukan,” jelas Dr Al-Aly.
Tahap kedua melibatkan upaya untuk menyebarkan kesadaran di antara jemaat dan memperkenalkan tindakan pencegahan. “Karena para jamaah dari berbagai negara, kampanye kesadaran diluncurkan dalam berbagai bahasa,” tambahnya.
Pada hari Ahad, para jamaah beribadah dan beristirahat di Mina sebelum berangkat ke Arafah pagi ini, Senin (19/7/2021) puncak ibadah haji. Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah Hisham Saeed mengatakan pengawasan ketat dilakukan saat membawa jamaah haji, termasuk dari Mina ke Arafah antara pukul 05.00 hingga 08.00 pada Senin ini.
Sebanyak 71 tenda juga didirikan untuk menampung para jamaah, lapor Arab News. Dr Al-Aly mengatakan ada 13 rumah sakit di Makkah – tiga di area situs suci sementara 10 lainnya di kota Makkah.
Ini memasuki tahun kedua berturut-turut jumlah jamaah haji dibatasi untuk warga terpilih Arab Saudi.*