Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sejarah Jabal Arafah, Hari Arafah dan Wuquf Arafah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juli 2021 16:33 4:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juli 2021 16:33
Bagikan
Doa di Padang Arafah
Bagikan

Oleh: Dr. Halimi Zuhdy 

Hidayatullah.com | INDONESIA terus berjuang melawan gempuran Covid-19, kemarin mencetak rekor tertinggi di dunia. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera tertangani, dengan berdoa kepada Sang Ilahi,  mematuhi protokol kesehatan, menjaga imun.

Kita berada di bulan Dzulhijjah, sisa 3 hari dari 10 hari yang paling dicintai oleh Allah. Barangkali tengadah tangan-tangan kita dikabulkan olehNya di hari-hari ini dan covid-19 dengan berbagai variannya diangkat oleh Allah. Terutama di Hari Arafah, di mana dalam hadis Nabi, doa pada Hari Arafah adalah sebaik-baiknya doa:

خيرُ الدُّعاءِ دعاءُ يومِ عرفةَ، وخيرُ ما قلتُ أَنا والنَّبيُّونَ من قبلي: لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وحدَهُ لا شريكَ لَهُ، لَهُ الملكُ ولَهُ الحمدُ وَهوَ على كلِّ شَيءٍ قديرٌ

Kita berdoa,  mudah-mudahan Bala’ dan Waba’ ini segera diangkat oleh Allah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

**

Kata Arafah Kamus Ma’any adalah sebuah bukit yang dekat dengan Makkah, tempat jamaah Haji melakukan wuquf (bahasa: berhenti) di tempat tersebut. Tempat ini juga dikenal dengan “Jabal ar-Rahmah” (Gunung Rahmah) yang berada di sebelah timur Makkah, dengan ketinggian 70 meter.

Kata “Arafah” berbeda dengan “Yaum Arafah”, Arafah merujuk kepada sebuah tempat. Sedangkan Yaum Arafah adalah hari kesembilan di Bulan Dzulhijjah. Dan pelaksanaan wuquf (berdiam diri) di tempat ini disebut dengan wuquf atau tawaqquf fi Arafah. Mengapa dinamakan Arafah?

Ada beberapa pendapat terkait dengan penamaan ini. Dalam Tafsir Ibnu Katshir (261), sebagaimana diceritakan oleh Ali bin Abi Thalib; Allah mengutus Malaikat Jibril AS kepada Nabi Ibrahim AS, kemudian Malaikat Jibril melakukan haji bersama Nabi Ibrahim, setelah sampai ke tempat itu (Arafah), Nabi Ibrahim berkata “Araftu” (Aku Tahu), karena sebelumnya ia sudah pernah mendatangi tempat tersebut.

Sedangkan dalam riwayat lain, sebagaimana yang disampaikan Ibnu Mubarak, dinamakan Arafah karena Malaikat Jibril mengajari manasik haji kepada Nabi Ibrahim, dan Nabi Ibrahim mengulang dua kali, “Araftu…Araftu” (aku tahu), maka sejak itulah dinamakan Arafah. Tempat ini juga dinamakan al-Masy’ar al-Halal dan al-Masy’ar al-Aqsha (Abu al-Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir).

Dalam Kitab Al-Hawi Al-Kabir, Abu Hasan Ali bin Muhammad menyampaikan beberapa pendapat, dinamakan Arafah karena bertemunya (ta’aruf) Adam dan Hawwa’ di tempat tersebut, setelah Allah turunkan Adam di bumi India dan Hawwa’ di Jiddah, kemudian keduanya bertemu di tempat tersebut. Masih dalam kitab Al-Hawi, Arafah adalah sebutan dari gunung yang ada ditempat tersebut, dan Jamaah Haji melaksanaan wuquf di tempat itu, sedangkan gunung Arafah sebagai pengenal (al-A’araf), sebagaimana dalam Ayat, “wa ‘ala al-Arafi rijalun” (al-A’araf;46). Sedangkan menurut Qasim bin Muhammad; orang-orang mengakui (ya’tarifu) akan dosa-dosanya di tempat itu, dan Allah seketika itu Allah mengampuni dosa-dosa mereka.

Dan dalam kitab ‘Umdah al-Qari’ Syarh Shahih al-Bukhari’, setelah peristiwa mimpi yang dialami Nabi Ibrahim mulai mimpi menyembelih Ismail tetapi masih ragu (tarwiyah) kemudian yakin setelah adanya wahyu pada malam tersebut (arafah). Maka harinya disebut hari Arafah (yaum Arafah), sedangkan penamaan tempatnya sebagaimana diriwayatkan oleh Thufail dari Ibnu Abbas, setelah Nabi Ibrahim diperintakan oleh Allah untuk menyebelih putranya datanglah Malaikat Jibril dan mengajari Manasik Haji (Ibadah Haji), kemudian pergi menuju Arafah.

Ada yang juga yang berpendapat, dinamakan Arafah karena jamaah haji berkumpul pada hari Arafa di puncak gunung, dan mereka mengenal satu sama lain, dan juga mengenal Tuhan mereka. Pada hari itu kasih sayang (rahmah) Tuhan turun, budak-budak dibebaskan.

Arafah yang diperkirakan berjarak 21 kilometer dari dari Makkah dengan luas 8 kilometer persegi ini, tanah yang sangat luas dan datar ini menyimpan banyak sejarah. Arafat adalah sebuah daerah padang sahara (Shara’) terletak di timur Makkah, sedikit condong ke selatan, dengan luas kira-kira 18 kilo meter persegi, yang terdapat diantara jalan Thaif dan Makkah (Tarikh al-Hajj).

Hari Arafah

Pada hari (yaum) Arafah seluruh jamaah haji menuju padang Arafah. Mereka melaksanaan wuquf sebagai bagian dari rukun haji. Bila seorang haji tidak melaksanaan wuquf di tempat ini, hajinya batal (tidak sah). Haji itu adalah Arafah. (HR. at-Tirmidzi no. 889). Sebagaimana di atas. Dinamakan hari Arafah karena pada hari itu jelaslah (arafah) mimpi-mimpi yang sebelumnya masih diragukan (tarwiyah)Nabi Ibrahim.

Hari ini sangat istemewa sebagaimana dalam Hadis, “Tidak ada hari di mana Allâh azza wajalla membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” (HR. Muslim no. 1348).

Dalam hadis yang lain, “Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir.” (HR. at-Tirmidzi). Bagaimana dengan ibadah puasa? Banyak riwayat yang meceritakan keutamaan berpuasa di hari Arafah diantaranya riwayat Imam Muslim, “Puasa hari Arafah aku harapkan dari Allâh bisa menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya”.

Wuquf di Arafah

Wukuf adalah masdar dari Waqafa-Yaqifu- wuqufan yang bermakna berhenti. Wukuf saat haji dilaksanakan pada waktu di antara setelah matahari tergelincir ke barat pada 9 Dzulhijah sampai pada terbit fajar di malam 10 Dzulhijah. Seluruh proses haji (manasik) hanya saat di Padang Arafah itulah satu-satunya pelaksanaan ibadah haji yang berhenti (diam/waqif) untuk merenung melakukan komunikasi dengan Allah SWT dan memohon ampunan dari-Nya.

Pada saat itulah kita menyadari betapa kecilnya kita di hadapan Allah, betapa banyak dosa yang telah kita lakukan, betapa rakus, tamak, kikir, sombong dan sebagainya yang menjadi sifat atau kebiasaan buruk yang dilakukan. (Manasik Haji dan Sejarah, Halimi Zuhdy).

Wuquf; merenung, diam, kontempelasi di Arafah. Berwuquf tidak boleh keluar dari baris Arafah yang sudah ditentukan. Dalam kondisi apa pun (sakit, dll) hajinya menjadi sah, selain gila, ayan, kafir, atau sudah keluar dari waktu dan tempat yang sudah ditentukan oleh Syariah. Allahu’alam bisshawab.*

Penulis Buku “Sejarah Haji dan Manasik”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arafahdzulhijjahhariJabalwuquf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjidil Haram Terus Terima Jamaah Haji, Belum Ditemukan Kasus Covid-19  
Tulisan selanjutnya Zaitun Rasmin: Covid-19 Mengganas, Rayakan Idul Adha di Rumah  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

Lentera Hidup
30 Juni 2026 10:26
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman

Terbaru

  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?