Hidayatullah.com — Jamaah haji mulai meninggalkan Makkah hari Kamis sore, hari kedua tasyrik setelah menyelesaikan ibadah haji yang dibatasi jumlah jamaahnya, tahun ini. Jamaah haji yang sebelumnya telah selesai melempar jumrah, meninggalkan Mina menuju Makkah, untuk melakukan thawaf wada’ (perpisahan), menandai berakhirnya ibadah haji.
Ketua Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, telah mengerahkan semua fasilitas dan pengaturan untuk menyediakan sistem pelayanan kelas dunia, bagi jamaah yang berangkat ke Masjidil Haram. Direktur Administrasi Umum untuk Pengendalian dan Pengelompokan Massa Osama Al-Hujaili mengatakan, sebelum thawa wada’ tahap pertama, akan dimulai dengan menerima jamaah haji di tiga tempat berkumpul Shobaika, Kudai dan Ajyad, di sekitar Masjidil Haram.
Jamaah melempar jumrah untuk menggunakan batu kerikil dengan standar protokol Covid-19, lapor The Saudi Gazette. Mereka melempar masing-masing tujuh kerikil, pertama di Jamrat Al-Sugra, kemudian di Jamrat Al-Wusta, dan terakhir di Jamrat Al-Aqaba, meniru Nabi Ibrahim AS merajam setan di tiga tempat.
Sejumlah aparat keamanan serta tenaga kesehatan terlihat di sebagian besar kompleks Jamarat, untuk memantau kelancaran lempar jumrah.
Pergerakan jamaah haji ke Kompleks Jamarat direncanakan berdasarkan protokol Covid-19, dimana setiap tahapan pelemparan batu dilakukan dengan aman, mengikuti arah perjalanan sesuai warna tertentu.
Setelah tiba di akomodasi dan perkemahan Mina, para jamaah haji langsung mengemasi barang-barang mereka dan naik bus yang membawa mereka ke Makkah, untuk melakukan tawaf wada’. Meski haji, salah satu rukun Islam yang lima resmi berakhir hari ini (Jumat), hari ketiga Tasyrik, jamaah masih diperbolehkan berangkat sehari lebih awal.*