Meski berkali-kali membela diri mengenai ambisinya merampas wilayah Iraq, toh akhirnya ketahuan juga apa sesungguhnya dibalik agresinya yang dipimpin Presiden W Bush. Sabtu (5/4) kemarin, harian Inggris, The Independent, menulis tentang pertemuan Presiden W Bush dengan Wakil Presiden Dick Cheney guna membahas rencana dan bentuk pemerintahan Iraq sesudah jatuh di tangan AS. Kendati Iraq belum jatuh dan seluruh rakyatnya menolak agresinya, toh Presiden Bush masih terus meneruskan usahanya merencanakan pemerintahan baru yang ia inginkan. Menurut The Independent, beberapa ‘calon kabinet baru Iraq yang telah disiapkan Bush dan Pemerintahan AS itu hari ini sudah berkumpul di Kuwait. Mereka kini telah memulai bekerja dibawah bekas pejabat penting AS, Jay Garner, yang selama ini dikenal dengan sikap anti-Islamnya. Jay Garner, direncanakan akan mengendalikan semua urusan dalam pemerintahan baru tersebut. Diantara ‘kabinet boneka’ bikinan AS yang bakal masuk itu antara lain, bekas duta besar AS di negara Arab seperti Barbara Bodine (pernah di Yaman), Timothy Carney (Sudan), dan Robert Reilly, mantan penyiar radio Suara Amerika (VOA). Biarpun Baghdad masih belum jatuh dan seluruh rakyat Iraq menolak agresi AS ini, tapi nampaknya AS dan Inggris sudah tidak lagi sabar untuk membagi wilayah kekuasaan dan jarahan. Calon yang disebut akan memimpin Kementerian Penerangan adalah mantan pejabat Pentagon, James Woolsey, dia adalah bekas Direktur CIA di masa Bill Clinton. Bila ambisi primitip AS ini terlaksana, maka, Iraq adalah negara kedua yang dijatuhkan oleh AS dan kemudian didirikan pemerintahan boneka baru. (IP/Cha)