Akibat menderirta gejala gangguan pernafasan akut (SARS), tiga perawat asal Indonesia meninggal dunia di Taiwan. Para pejabat Taiwan Senin (5/5) kemarin, memberikan penghormatan kepada para perawat sebagai martir, sebab kematian mereka akibat merawat para pasien penderita SARS di negara itu.
Para staf medis yang meninggal dunia setelah bekerja untuk para pasien SARS akan menerima penghormatan berupa piagam permanen di Taman Makam Pahlawan Taiwan, kata walikota Taipeh.
“Apakah mereka para perawat profesional kita atau asing, kita akan memberikan penghormatan pada mereka dengan cara yang sama,” kata Walikota Taipeh Ma Ying-jeou.
Seorang kepala perawat Taiwan dan tiga perawat wanita Indonesia yang merawat para penderita SARS telah meninggal dunia di dua rumah-sakit Taipeh bulan lalu ketika mereka harus merawat pasien SARS. Ke tiga perawat Indonesia itu akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Taipeh dengan nisan syahid.
Tidak disebutkan nama-nama ketiga perawat tersebut dan daerah asal mereka di Indonesia. Tenaga kerja Indonesia asal Sumatera Utara diketahui cukup banyak jumlahnya di Taiwan.
Sekurang-kurangnya 30 staf medis dari berbagai rumahsakit telah ketularan SARS dan sakit.
Para pejabat kesehatan Senin mengatakan dua lagi pasien SARS meninggal dunia, yang menjadikan angka kematian pasien SARS Taiwan meningkat jadi 10 orang. Jumlah kasus penderitanya belum berubah, sebanyak 116 orang.
Pihak berwenang telah melatih 10.000 relawan ekstra, yang terdiri dari dokter dan perawat untuk merawat pasien SARS, kata Wakil Kepala Departemen Kesehatan Lee Lung-teng. (wpd/cha)