Hidayatullah.com—Muhammad Mursy, pimpinan Partai Kebebasan dan Keadilan yang didukung Al Ikhwan, mengatakan bahwa presiden Mesir harus memiliki posisi netral terhadap semua kekuatan politik.
Jika ia memenangi pemilihan presiden mendatang, Al Ikhwan tidak akan ikut campur dalam menjalankan pemerintahan. Demikian kata Mursy, sebagaimana dilansir Al Mishry Al Yaum (22/04/2012).
Dalam konferensi pers pertama di Damanhur setelah diajukan sebagai calon presiden, Mursy mengatakan bahwa dirinya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin partai jika terpilih menjadi presiden.
Lebih lanjut dia mengatakan, akan berkonsultasi lebih dulu dengan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata sebelum menunjuk orang yang akan menjadi menteri pertahanan dalam kabinetnya.
“Tapi bukan berarti mereka yang akan memutuskan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mursy juga menuding awak media “dibayar untuk mencoreng citra kelompok Islam.”
Dia berkata, sejumlah saluran satelit dimiliki oleh para pengusaha yang merupakan bagian dari rezim Mubarak. Mereka ingin “memperjuangkan kepentingan mereka sendiri dengan berusaha memunculkan kembali rezim tersebut sekali lagi.”
Mursy memperingatkan, jika tokoh-tokoh dari penguasa terdahulu kembali meraih kekuasaan, maka “rakyat Mesir akan melakukan sebuah revolusi baru lagi,” yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Konferensi pers Mursy itu juga dihadiri oleh calon presiden dukungan Al Ikhwan sebelumnya, Khairat Al Syatir.*