Hidayatullah.com–Seperti dikutip AFP, Carey tetap manggung di Malaysia meski kelompok Islam sebelumnya mendesak agar konser itu dibatalkan.
Alasan tetap manggungnya Mariah Carey dalam konser ini karena penyanyi pop asal AS memberi jaminan untuk akan mengenakan pakaian seronok seperti biasanya dan mengikuti aturan panggung yang ketat, demikian diungkapkan para pejabat dan penyelenggara pertunjukan tersebut, kemarin.
Sebelumnya, Partai Islam Malaysia (PAS), partai oposisi terbesar di Malaysia, mendesak agar konser itu, yang sedianya akan digelar di stadion Kuala Lumpur 22 Februari mendatang, dibatalkan. Mereka mengatakan konser itu bisa mendorong degradasi moral serta tidak patut bagi muslim karena bertepatan dengan salah satu hari suci Islam, yaitu tahun baru 1 Muharram.
Namun, Eric Chen, juru bicara Galaxy Production, organizer kedatangan Carey, mengatakan tanggal konser itu sudah ditentukan jauh sebelumnya. Menurutnya, konser ini merupakan bagian dari tur dunia Carey yang diberi judul “Charmbracelet” dan tidak dimaksudkan untuk menghina muslim.
Selain itu, katanya, Carey juga akan menghormati budaya setempat dan akan mematuhi petunjuk berpakaian yang ditetapkan oleh kementerian pariwisata. Selain di Malaysia, Carey juga akan tampil di beberapa negara muslim lainnya, termasuk Indonesia.
“Kami akan mengikuti panduan itu. Carey juga akan tampil di Jakarta dan negara Timur Tengah lainnya. Tidak ada masalah di sana. Publik Malaysia lebih tertarik pada nyanyiannya,” ujar Chen.
Carey telah mendapat penjelasan tentang budaya Malaysia dan pakaian yang akan dikenakannya dalam konser tersebut, tambah Chen. Ditegaskannya, Carey “tidak akan mengenakan kostum bikini”.
PAS dalam suratnya kepada kementerian pariwisata, Kamis, mengatakan Carey terkenal dengan pakaiannya yang seronok dan “budaya tak senonoh serta tak bermoral” itu akan merusak nilai-nilai timur yang baik dan menghancurkan moral generasi muda.
Namun, Deputi Menteri Pariwisata Malaysia Fu Ah Kiow mengatakan kepada surat kabar The Star bahwa semua artis yang tampil di Malaysia, termasuk Carey, harus mematuhi kode berpakaian. Aturan itu merupakan bagian dari izin konsernya.
Berdasarkan aturan umum yang berlaku, Carey tidak boleh mengenakan pakaian yang terlalu seksi dan seronok, kata para pejabat.
Malaysia juga menetapkan aturan panggung yang ketat terhadap grup rock Linkin Park dalam konser mereka Oktober nanti. Termasuk di antaranya, mereka harus menutup anggota badan mereka dari dada hingga lutut, dan melarang mereka berlaku tidak sopan
Bedanya kalau rakyat Malaysia mampu melakukan protes terhadap berbagai hiburan dengan tetap menghormati hukum kesopanan di negaranya, di Indonesia justru sebaliknya.
Dalam beberapa hiburan, nilai-nilai kesopanan bahkan tunduk pada hukum sponsor dan pemilik stasiun tv. (afp/mi/cha)