Hidayatullah.com–Mufti Mesir Syeikh Ali Jum’ah menyoroti perlunya membina hubungan yang baik antara Teheran dengan Kairo, sebab menurutnya akan menguntungkan dunia Muslim.
“Dimulainya kembali dan dinormalkannya hubungan ini, tidak diragukan lagi akan memberikan manfaat bagi dunia Islam dan Muslim,” kata Syeikh Jum’ah kepada kantor berita Fars, Sabtu (29/10/2011) sebagaimana dilansir Al Mishry Al Yaum.
Menurutnya, harus dibedakan antara pernyataan dan tindakan dari segelintir pihak yang ingin memelintir perbedaan dan ketegangan antar kelompok Muslim, dengan kebanyakan Muslim lain yang menginginkan adanya persatuan di dalam dunia Islam.
Iran dan Mesir memutuskan hubungan pada tahun 1980, menyusul terjadinya revolusi di Iran dan pengakuan Mesir atas Israel. Kedua negara itu kemudian bersaing berebut pengaruh di Timur Tengah.
Mesir sudah lama menjadi sekutu Amerika Serikat dan Israel. Namun, sejak Husni Mubarak mengundurkan diri dari kursi kepresidenan pada 11 Februari lalu, tanda-tanda menunjukkan hubungan Teheran dan Kairo mulai menghangat.
Setelah rezim Mubarak dilengserkan, para pejabat Iran dan Mesir mengutarakan maksud mereka untuk memulai kembali hubungan diplomatik kedua negara. Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi secara resmi mengundang sejawatnya Nabil Al Araby untuk mengunjungi Teheran.*