Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Telah Lama Siapkan Penyiksaan Tahanan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Juni 2004 09:33 9:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juni 2004 09:33
Bagikan
Bagikan

Hidsayatullah.com–Diam-diam, pemerintah AS ternyata telah menyiapkan landasan hukum bagi penerapan metode penyiksaan terhadap tahanan sejak tahun lalu sebelum dimulainya serangan. Agar dengan hukum dan keamanan nasional, Presiden AS George Walker Bush dan agen intelijen AS tidak bisa dituntut secara hukum atas penyiksaan terhadap tahanan untuk mendapatkan informasi dari tersangka.

Adanya dokumen rahasia yang ditawarkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) kepada Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld, mengenai pembenaran secara hukum untuk melakukan penyiksaan terhadap tahanan, itu diungkapkan harian The Wall Street Journal dan Washington Post, Selasa (8/6).

Dokumen lengkap yang diklasifikasikan “rahasia” oleh Rumsfeld baru akan dibuka kepada umum tahun 2013. Dalam draf dokumen yang diperoleh The Wall Street Journal sejumlah kalimat telah dihapus, antara lain bagian mengenai teknik-teknik interogasi dan apakah Rumsfeld atau pejabat lainnya harus mendapatkan persetujuan lebih dulu untuk menggunakan teknik-teknik interogasi itu.

Dokumen berisi usulan metode-metode interogasi yang tidak konvensional itu dibuat dengan melibatkan ahli-ahli hukum dari kalangan militer. Dokumen terkait ditandatangani para ahli hukum dari militer bulan April 2003, segera setelah perang Iraq dimulai.

The Wall Street Journal mengungkapkan, menurut seorang sumber pejabat pemerintahan Bush, dokumen itu dirangkum oleh satu kelompok kerja yang dipimpin Penasihat Umum Angkatan Udara AS Mary Walker. Kelompok kerja ini beranggotakan ahli-ahli hukum dari seluruh angkatan, tokoh-tokoh sipil, dan berkoordinasi dengan Departemen Kehakiman (Depkeh) serta badan-badan intelijen pertahanan. Tak diketahui apakah Bush pernah membaca dokumen tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dokumen itu merupakan jawaban atas keluhan para komandan di Teluk Guantanamo, Kuba, mengenai kesulitan mereka mendapatkan informasi dari para tahanan-yang diduga anggota Al Qaeda-pascaserangan 11 September jika hanya menggunakan metode konvensional.

Rumsfeld dan Komandan Wilayah Selatan Jenderal James T Hill memberikan persetujuan akhir atas teknik-teknik interogasi dalam dokumen itu pada 16 April 2003.

Washington Post menguraikan, pada Agustus 2002 Depkeh AS juga pernah menyampaikan memo saran kepada Gedung Putih bahwa penyiksaan terhadap para teroris Al-Qaidah di tempat penahanan di luar AS dapat dibenarkan. Disebutkan pula, hukum internasional yang menentang segala bentuk penyiksaan bisa tidak berlaku jika diterapkan pada upaya interogasi.

“Jika seorang petugas pemerintah harus melakukan penyiksaan terhadap tersangka dalam penahanan, mereka dapat melakukannya untuk menghindari serangan lanjutan ke Amerika Serikat oleh jaringan teroris Al-Qaidah,” ungkap Washington Post mengutip kalimat dalam memo tersebut.

Pertimbangan legal yang menutupi perlakuan terhadap para tahanan (anggota Al-Qaidah) yang ditahan oleh CIA itu kemudian digunakan pada dokumen Maret 2003 yang dibuat para ahli hukum Pentagon tersebut. Dokumen Maret ditujukan untuk memberi arahan ketentuan interogasi yang bisa dilakukan Pusat Penahanan Depkeh di Teluk Guantanamo.

Sebagaimana diketahui, sejak mencuatnya kasus penyiksaan tahanan Iraq di penjara Abu Gharib, secara pelan-pelan kedok kejahatan AS mulai terkuak. Berbagai penyiksaan yang dilakukan para tentara AS di Iraq, Afghanistan, dan Guantanamo menyiratkan bila negeri itu adalah penjahat internasional. (kcm/twp/twj)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amien Populer di Kalangan Mahasiswa dan Dalang
Tulisan selanjutnya Anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun Meninggal di Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?