Hidayatullah.com–Dalam rangka pelaksanaan rencana penarikan mundur yang telah disiapkan oleh Dewan Pemukiman Yahudi, sumber-sumber Israel menyebutkan, puluhan ribu ummat Kristen yang telah dibaptis akan datang dari Amerika, untuk bergabung bersama para pemukim Yahudi yang menolak rencana penarikan mundur sepihak oleh Israel.
Rencana penarikan mundur tersebut mencakup pengosongan pemukiman dari Jalur Gaza an sebagian dari Tepi Barat.
Menurut sumber-sumber di kepolisian Israel menyebutkan, dipastikan sekitar lima puluh ribuan ummat Kristen Amerika akan sampai ke tempat itu untuk memberikan dukungan kepada Israel. Mereka datang dari Amerika untuk memberikan suport kepada warga pemukiman Yahudi di Jalur Gaza dan bagian utara Tepi Barat.
Sumber tadi mengisyaratkan, rombongan itu akan sampai sebelum pengumuman penutupan wilayah pemukiman oleh dinas militer Israel.
Sementara itu, para komandan polisi Zionis telah melakukan pembahasan mengenai jalan keluar untuk menghadapai sebagian warga pemukiman yang menolak penarikan mundur tersebut. Diantaranya dengan menyiapkan water canon untuk menghalau kaum demontrans oleh tentara Zionis yang bertugas melakukan pengosongan pemukiman.
Serang Palestina
Sementara itu, kemarin, militer Israel menunjukkan rekaman serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas serangan mortir para pejuang Palestina terhadap permukiman Yahudi, Kamis (19/5). Serangan tersebut menewaskan dua orang anggota Hamas.
Menurut Menteri Pertahanan Israel Shaul Mofaz, dirinya memberi kekuasaan lebih besar kepada militer untuk meredam serangan Palestina dengan cara apa pun apabila dianggap perlu. Walaupun sejak gencatan senjata militer dilarang melepaskan tembakan tanpa izin dari perwira tinggi. Maka dengan kebijaknkan baru MofaZ, militer Israel bisa beraksi lebih leluasa untuk menggelar serangan udara.
Juru bicara Hamas Mushir al Masri menyebut kebijakan Mofaz tersebut sebagai ancaman serius bagi gencatan senjata. Sedangkan pemimpin Hamas di Gaza Mahmud a-Zahar menegaskan, pihaknya akan tetap tunduk terhadap kesepakatan gencatan senjata, terlepas dari meningkatnya aksi kekerasan di Jalur Gaza dalam dua hari terakhir ini. Namun demikian, Mahmud mengatakan apabila Israel mengulang serangannya maka Hamas akan membalas. (comes/lp6/cha)