Hidayatullah.com–Semangat Amerika memberantas terorisme kini telah mulai semakin banyak melahirkan korban. Setelah Prof.Dr. Tareq Ranadhan dicekal AS, kini, mantan penyanyi pop Inggris, Yusuf Islam juga dicekal masuk Amerika.
Mantan penyanyi pop terkenal yang dulu bernama Cat Stevens itu dipaksa turun dari pesawatnya United Airlines dengan nomor penerbangan 919, Kamis kemarin, (23/9), dalam perjalanan ke Washington. Atas pencekalan Yusuf Islam ini, Menteri Luar Negeri Inggris, Jack Straw langsung melakukan memprotes terhadap AS.
Protes Inggris itu disampaikan Menlu Jack Straw kepada mitranya, Menlu AS Colin Powell dalam pertemuan Majelis Umum PBB di New York, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.
“Dia berbicara kepada menteri luar negeri, tindakan seperti ini seharusnya tidak dilakukan,” kata jubir Straw itu. “Jack Straw menyampaikan hal itu padanya,” katanya.
Kepala Keamanan Dalam Negeri AS Tom Ridge membela langkah pemulangan itu, dengan mengatakan, peraturan tersebut berlaku pada siapa saja, “apakah Anda selebritis atau orang yang sama sekali tidak dikenal.”
Lembaga Hubungan Islam-Amerika (CAIR), Amerika mengirim surat protes pada Presiden AS, George W. Bush. ?Yusuf Islam barangkali salah satu kepribadian paling dihormati di dunia Islam. Ia merindukan sejarah dan mempromosikan perdamaian dan melawan tindakan terorisme,? ujar Nihad Awad, direktur eksekutif CAIR.
Minggu lalu cendekiawan Muslim kebangsaan Swiss Tariq Ramadhan juga dicekal masuk ke AS. Cucu pendiri Al Ikhwan Al Muslimun ini berencana mengajar di Universitas Notre Damme di Indiana. Sayang, pihak Deparlu AS menarik kembali visa nya dengan tidak ada penjelasan apapun.
?Ketika kepribadian tokoh Islam international seperti Yusuf Islam dan Profesor Tariq Ramadhan ditolak masuk Amerika Serikat, itu menandakan, orang Islam sekarang diperlakukan seperti teroris,” tambah Awad.