Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seorang Profesor China Sarankan Pria Miskin Berbagi Istri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2015 19:31 7:31 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Oktober 2015 19:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang profesor di China menyulut perdebatan dengan menyarankan agar pria miskin berbagi istrinya dengan pria-pria lain guna mengatasi masalah akibat ketidakseimbangan gender dalam masyarakat negeri tirai bambu itu.

Profesor bidang ekonomi Xie Zuoshi dari Universitas Zhejiang dihujani kritikan pedas atas usulannya yang tidak bermoral itu.

China saat ini menjadi salah satu negara dengan ketimpangan terbesar antara jumlah laki-laki dan perempuan, di mana ada sekitar 118 kelahiran bayi laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Ketimpangan itu disebabkan terutama karena kebijakan cukup 1 anak dan budaya masyarakat China yang lebih menyukai dan menghargai anak lelaki dibanding perempuan.

Meningkatnya kemakmuran dan pergerakan penduduk juga mengakibatkan banyak perempuan meninggalkan desa-desa untuk bekerja di perkotaan, sehingga para pria semakin kesulitan untuk mendapatkan pasangan hidup.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam essai yang dipublikasikan pekan lalu dan dikutip media-media lokal China, Prof. Xie mencatat bahwa ada laporan-laporan yang menyebutkan di China kemungkinan akan ada 30-40 juta bujangan pada tahun 2020.

Tingginya angka permintaan akan perempuan dan kurangnya jumlah perempuan mengakibatkan “nilai perempuan menjadi naik”, tulis Xie.

“Para lelaki yang memiliki pendapatan tinggi akan memiliki kelebihan untuk mendapatkan perempuan, karena mereka bisa membayar harga tinggi itu,” tulis Xie seperti dikutip BBC Jumat (23/10/2015).

“Dan bagaimana dengan para pria berpendapatan rendah? Salah satu cara adalah beberapa pria bergabung bersama-sama untuk mencari seorang istri. Itu ide saya yang bukan sekedar angan-angan. Di sejumlah daerah terpencil dan miskin ada kasus-kasus di mana abang-adik menikahi seorang istri, dan mereka hidup bahagia dan harmonis,” kata Xie.

Profesor itu juga mendorong peningkatan perekonomian agar para bujangan miskin dapat memiliki pendapatan lebih banyak, sehingga memikat wanita-wanita dari daerah lain seperti Asia Tenggara atau Afrika.

Menyusutnya jumlah perempuan di sebagian daerah pedesaan di China, membuat semakin banyak pria menikahi wanita dari negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Myanmar. Akan tetapi, hal itu juga mendongkrak kasus perdagangan manusia dan pernikahan tipu muslihat.

Jing Xiong, seorang manajer proyek dari kelompok peduli hak-hak wanita China, Media Monitor for Women Network, mengatakan kepada BBC bahwa masalah ketimpangan gender “pada dasarnya berpangkal dari ajaran yang memprioritaskan laki-laki dibanding perempuan.”

“Dan sekarang solusinya masih lebih banyak berpusat pada laki-laki. Ini sungguh sangat menggelikan.”

“Usulan Prof. Xie mengabaikan keinginan dan hak-hak perempuan, dan menjadikan perempuan sebagai alat untuk kebutuhan laki-laki akan seks, perkawinan dan reproduksi … saran itu pada dasarnya merupakan diskriminasi seksual,” kata Jing.

Dalam essai susulannya, Prof. Xie mengaku dibombardir telepon dan komentar di media sosial.

Namun, akademisi itu mengerahkan senjatanya dengan berargumen bahwa hukum dan moral dapat dibungkam.

“Jika kita ayunkan tongkat besar moral, memegang kontrak sosial ‘satu suami satu istri’ dan membiarkan 30 juta bujangan tidak memiliki wanita dan tidak memiliki harapan, serta membenci masyarakat, maka kita akan memiliki masalah sosial serius,” kata Xie.

“Jadi tolong jangan bicara kepada saya soal moral. Jika kita tidak membolehkan 30 juta bujangan memiliki wanita, hidup mereka akan tanpa harapan dan mereka mungkin akan berkeliaran memperkosa, membunuh, memasang bom … (saya tekankan bahwa ini adalah kemungkinan, saya tidak mengatakan bahwa mereka pasti akan melakukan hal itu). Jangan katakan pada saya begitulah moralitas (yang) kalian (maksud)?” kata Prof. Xie.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas: Pernyataan John Kerry Upaya Selamatkan Netanyahu Hadapi Intifada al-Quds
Tulisan selanjutnya Hamas: 70 Tahun PBB Berdiri, Palestina Masih Tetap Terjajah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?