Hidayatullah.com–Mengutip laporan situs Internation Clinic House yang berbasis di AS, koran Jumhuriye Islomi terbitan Tehran edisi Selasa 19 April memberitakan bahwa Dinas Rahasia AS, CIA, telah menjarah fasilitas militer Iraq senilai sekitar 40 milyar Dolar AS.
Sesuai persetujuan pemerintah AS, fasilitas militer itu direlokasikan ke dua negara Arab.
Laporan itu tidak menyebutkan nama dua negara Arab itu. Koran New York Times sebelumnya pernah memuat laporan bahwa sarana militer Iraq yang dicuri pasca tergulingnya Saddam dijual di beberapa pasar senjata.
Menurut Harun Yahya, selain karena tergiur minyak, keinginan lain pemerintah Amerika menyerang Iraq adalahuntuk nembagi negeri 1001 malam itu kepada Israel. Analisa Harun Yahya ini berdasarkan sebuah laporan berjudul "A Strategy for Israel in the Nineteen Eighties" (Strategi Israel di Tahun 1980-an), oleh majalah berbahasa Ibrani terbitan Departemen Informasi, Kivunim, bertujuan menjadikan seluruh kawasan Timur Tengah sebagai wilayah pemukiman Israel. (irib/cha)