Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Serdadu Muslim AS Dihukum Mati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 April 2005 15:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pembela mengatakan, terdakwa terlalu sakit jiwa saat serangan Seorang serdadu Amerika yang dilaporkan membenci negaranya telah divonis mati atas pembunuhan dan rencana pembunuhan terhadap sejawatnya dalam invasi Iraq.

Sersan Hasan Akbar mempergunakan granat dan senapan untuk membunuh dua perwira dan mencederai 14 personel lain di sebuah kamp di Kuwait di hari-hari pertama invasi.

Jaksa mengatakan, pembunuhan tersebut karena didorong oleh kebencian yang disulut oleh ideologi. Tim pengacara Hasan tidak menafikan serangan itu, tapi mereka berargumentasi bahwa Akbar terlalu sakit jiwa untuk bisa merencanakan serangan itu.

Hukuman mati itu diumumkan satu pekan setelah dia dinyatakan bersalah oleh juri militer di Fort Bragg, North Carolina.

Kasus Hasan ini merupakan kasus pertama sejak Perang Vietnam bahwa seorang warga Amerika dituntut karena membenuh sesama prajurit dalam perang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pekan lalu, juri yang beranggotakan 15 orang menghabiskan waktu 2 setengah jam untuk menyatakan Akbar bersalah. Namun, vonis dikeluarkan pada hari Kamis setelah rapat selama tujuh jam.

Serangan itu terjadi di tengah malam, saat pasukan Lintas Udara 101 bersiap menyerbu Iraq bulan Maret 2003. Dalam tembakan itu, Kapten Christopher Seifert, 27 tahun, dan Mayor Gregory Stone, 40 tahun, tewas.

Kejaksaan mengatakan, Akbar mengatakan kepada penyelidik bahwa dia melancarkan serangan itu, sebab dia khawatir bahwa pasukan AS akan membunuh warga muslim di Irak.

Dia membunuh "dengan pikiran dingin" untuk mencapai "pembantaian sebanyak-banyaknya", kata mereka, seraya menunjuk ke buku harian tahun 1997 tempat di menulis: "Hidup saya tidak akan lengkap, kecuali Amerika dihancurkan."

"Dia pembunuh yang terdorong oleh idelogi, dan dipenuhi rasa benci, " kata jaksa penuntut Letkol Michael Mulligan.

‘Paranoia’

Sebelum anggota juri mulai mempertimbangkan vonis, Akbar sempat mengatakan, "Saya merasa hidup saya terancam, dan saya tidak punya pilihan lain," kata dia, seperti dikutip kantor berita Associated Press.

Terdakwa bisa mengajukan banding atas vonis itu. Jika Akbar nanti akhirnya dieksekusi, hukuman mati itu akan dilakukan dengan suntikan maut. (bbc)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Blair Dituduh Bohongi Publik
Tulisan selanjutnya Khuruj Bersama Tentara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?