Hidayatullah.com–Seminggu menjelang pemilu, sorotan kepada PM Tony Blair semakin gencar. Keputusan Blair untuk mengirim pasukan ke Iraq bersama AS jadi sasaran. Partai Konservatif terang-terangan menyatakan Blair membohongi publik karena secara tidak sah memutuskan mengirim pasukan untuk menyerang Iraq.
Hasil survei partai oposisi yang menelusuri keburukan Blair menunjukkan bahwa Blair curang dalam kebijakan perang Iraq. "Semuanya busuk. Terjadi kebohongan publik dalam kasus ini," kata Dominic Grieve, juru bicara resmi Partai Konservatif.
Merespons tudingan itu, Blair langsung menyangkal bahwa dirinya berbohong dalam kasus perang Iraq tersebut. Kemudian, , teman dekat Presiden George W. Bush itu menunjukkan bukti keputusan Jaksa Agung Lord Goldsmith tentang keabsahan pengiriman pasukan Inggris untuk bergabung dengan pasukan AS menyerang Iraq pada Maret 2003. Blair bersikeras bahwa kebijakan yang dia tempuh itu sah dan disetujui oleh Goldsmith.
Tetapi, sebuah memo rahasia yang bocor ke publik bercerita sebaliknya. Menurut memo yang ditulis 10 hari sebelum pengiriman pasukan, Goldsmith telah memperingatkan Blair bahwa pengiriman pasukan itu tidak akan sah tanpa resolusi kedua DK PBB-PBB tentang aksi militer. Memo rahasia itu bocor ke tangan Channel 4 Rabu lalu dan menggemparkan masyarakat Inggris.
Sementara dalam tayangan nasihat resmi jaksa agung yang digelar kubu Blair di website Downing Street kemarin (28/4), Goldsmith mengatakan pendapatnya tentang pengiriman pasukan dalam perang Iraq 7 Maret 2003. Dia menuturkan bahwa resolusi kedua PBB adalah jalan yang paling aman. Namun, 10 hari kemudian, Goldsmith menyetujui pengiriman pasukan tanpa mempermasalahkan resolusi itu lagi.
Dalam dokumen tersebut disimpulkan, jika Inggris gagal mencapai penyesuaian resolusi kedua PBB, mereka harus bisa secepatnya memutuskan tindakan yang tepat terhadap situasi Iraq. "Seperti yang terjadi pada pernyataan resmi lain, keputusan ini pun lahir setelah melewati perdebatan sengit," kata Goldsmith. (rtr/bbc/jp/cha)