Kamis, 29 September 2005
Hidayatullah.com–Ketua delegasi perunding Palestina, Saeb Erekat, menuntut pihak Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungannya terhadap Yahudi. Pernyataan itu disampaikan hari ini oleh Erekat dalam pertemuan antara pemimpin otoritas Palestina, Mahmud Abbas, dan Presiden Mesir, Husni Mubarak. Pada kesempatan itu, Erekat meminta campur tangan AS dalam mencegah berlanjutnya brutalitas tentara Yahudi terhadap warga Palestina.
Erekat juga menyinggung parahnya kondisi keamanan di Palestina seraya mengharapkan peran Komisi Segi Empat dalam menghentikan kejahatan tentara Rezim Zionis di Palestina.
Bantuan Nuklir Barat
Sementara itu, baru-baru ini, berbagai berkas dan bukti baru soal bantuan nuklir negara-negara Barat kepada Israel kembali diungkap oleh sejumlah media massa.
Seperti dilaporkan Kantor Berita Quds, situs Arab Online memublikasikan data-data terbaru yang menunjukkan bahwa pada tahun 1959 Inggris menjual 20 ton air berat kepada Yahudi-Israel untuk digunakan dalam produksi senjata nuklir.
Sumber tadi menambahkan, penyoalan kasus nuklir Iran oleh Barat terjadi di saat terkuaknya satu lagi bukti-bukti menyangkut bantuan nuklir Inggris kepada Israel. Sebelum Inggris, terungkap pula bantuan nuklir dari pemerintah Perancis kepada Yahudi-Israel.
Di pihak lain, Robert Mc, Namara, Mantan Menteri Pertahanan AS pada era pemerintahan John F. Kennedy, dalam wawancaranya dengan BBC, mengkonfirmasikan bahwa selama lima dekade, AS, Perancis, dan Inggris, menjalin kerjasama di bidang nuklir dengan Yahudii-Israel, dalam memproduksi senjata destruksi massal.
Mc. Namara menyebut Inggris yang telah menjual air berat kepada Israel, sebagai pihak yang paling banyak memberikan bantuan di bidang produksi senjata nuklir kepada Israel. (irib)