Jum’at, 9 Desember 2005
Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Swiss, Calmy Rey, membeberkan aksi penerbangan ilegal oleh pesawat milik dinas rahasia AS (CIA) di atas udara negara Swiss. Koran Basler Zeitung terbitan Swiss edisi Selasa kemarin menulis, saat ditanya oleh sejumlah anggota parlemen Swiss soal aksi penerbangan ilegal oleh pesawat milik CIA yang memindahkan sejumlah orang ke berbagai negara untuk di interograsi.
Menurut Calmy Rey, pesawat CIA lebih dari 30 kali melintasi zona udara Swiss dan bahkan empat kali mendarat di bandara Jenewa.
Keberadaan penjara-penjara rahasia AS di Eropa timur dan aksi penerbangan pesawat angkut para tahanan milik CIA, untuk pertama kalinya diungkap oleh Koran Washington Post dan The Guardian. Akibatnya, dalam beberapa pekan terakhir ini para pejabat Gedung Putih dihadapkan pada satu lagi skandal besar.
Sebelumnya, November lalu, skandal pendaratan ‘ilegal’ dinas rahasia Amerika itu terkuak setelah koran Inggris, The Guardian menulis CIA telah lebih dari 300 melakukan penerbangan rahasia ke berbagai bandar udara Eropa.
Menurut laporan itu, CIA mengangkut orang yang dianggapnya sebagai pelaku teror ke penjara-penjara rahasia di Eropa.
Skandal Amerika ini juga mencuta tatkala Dewan Keamanan Nasional Austria mengadakan pertemuan khusus guna meninjau dugaan bahwa CIA melanggar wilayah udaranya pada tahun 2003.
CIA, ujar pihak Austria dilaporkan menerbangkan sejumlah tersangka dengan satu pesawat angkut CIA yang bermuatan sejumlah tahanan terbang dari Frankfurt, Jerman, di atas Austria dalam penerbangannya ke Azerbaijan di Asia Tengah 21 Januari 2003.
CIA juga memasuki wilayah Turki secara ‘ilegal’. Berita ini terungkap setelah Radio Turki Intanbuli, Suara RII, mengutip Ahmad Arsin, salah seorang anggota parlemen Turki dari Partai Republik Rakyat yang menilai bahwa pernyataan berkenaan dengan pendaratan pesawat-pesawat CIA di Turki.
Cara Amerika yang secara seenaknya saja memasuki wilayah negara lain dan mengambil orang-orang –yang menurutnya selalu disebut-sebut sebagai tersangka teror—sama halnya tak menghormati kedaulatan negara lain. (cha, berbagai sumber)