Hidayatullah.com—Demikian kesimpulan Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab yang akan berlangsung Rabu (28/03) Beirut, Libanon. Dalam KTT kemarin, Liga Arab membahas proses perdamaian masalah Palestina. KTT termasuk membicarakan hak eksistensi kepada Israel, jika Israel menyerahkan daerah yang didudukinya sejak 1967 dan mengakui pemerintah Palestina.
KTT menganggap AS tetap ingin andil masa Timur Tengah, khususnya Palestina. Buktinya, sejak musim panas lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleeza Rice duah tujuh kali berkunjung ke Timur Tengah dan bertemu dengan para pemimpin Arab.
Kemarin, Rice, bertemu dengan pemerintah Mesir, Arab Saudi, Yordania, Israel dan pemerintah baru Palestina. Usai kunjungan dua hari di Yerusalem dan Ramallah Selasa (27/03), Rice menyimpulkan, Presiden Abbas dan Perdana Menteri Olmert sepakat untuk bertemu dua pekan sekali.
Amerika Serikat menempatkan Arab Saudi sebagai prioritas pertama. Sebelum perang Iraq, pemerintah di Washington hampir menyimpulkan Arab Saudi sebagai penghalangnya. Tapi sekarang Amerika Serikat sangat memerlukan Arab Saudi, sebagai penghubung dengan pemerintah Iran dan Suriah, sebagai juru penengah di Libanon, sebagai penengah di antara kelompok yang bertikai di Palestina dan sebagai kekuatan dalam inisiatif perdamaian di Timur Tengah. [dwwd]