Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Bosnia Menggugat Militer Belanda dan PBB

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Juni 2008 15:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Salah satu anggota keluarga yang menggugat adalah Hasan Nuhanovic,mantan penerjemah Dutchbat, tentara Belanda yang ditugaskan menjaga perdamaian di Srebrenica pada 1992–1995.

Dalam jumpa pers kemarin, Nuhanovic menuduh militer Belanda dan PBB gagal mengamankan ribuan warga muslim Bosnia di Srebrenica dari ancaman militer Serbia.

”Pernah suatu saat orangtua dan adik saya yang berusia 20 tahun diusir tentara Belanda dari kamp penampungan.Padahal, jiwa mereka terancam. Semuanya terjadi tepat di depan mata saya. Bahkan, saya yang menerjemahkan perintah tentara itu kepada keluarga saya,” ujar Nuhanovic.

Sejak keluar dari kamp penampungan itu, Nuhanovic mengaku tidak pernah lagi melihat keluarganya. Sejumlah orang mengatakan,mereka turut menjadi korban pembantaian massal militer Serbia yang saat itu diperintahkan melakukan genosida.

”Mereka (militer Belanda) dan PBB gagal menjalankan tugasnya. Ini harus dipertanggungjawabkan,” ungkap Nuhanovic.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain Nuhanovic, keluarga lain yang menggugat adalah Mehida,Damir, dan Alma Mustafic. Seperti halnya keluarga Nuhanovic, keluarga ketiga warga ini juga sengaja diumpankan militer Belanda kepada tentara Serbia.

”Keluarga kami dipaksa keluar kamp penampungan untuk berhadapan dengan tentara Serbia. Ini kejahatan perang yang harus diselesaikan secara hukum,” papar Mustafic yang mengaku kehilangan putra kesayangannya Rizo Mustafic—seorang teknisi listrik yang bekerja di lokasi dekat markas tentara Belanda di Srebrenica.

Belum ada pernyataan resmi dari para hakim yang akan menyidangkan kasus ini. Pihak pengadilan dalam pernyataan tertulis kemarin menyatakan, kasus itu akan disidangkan selama beberapa bulan ke depan. Para analis pesimistis kasus ini akan dimenangkan kubu penggugat.

Tentara Serbia menyerang wilayah Srebrenica secara membabi buta pada akhir 1995. Sebanyak 8.000 warga di sana tewas akibat kebrutalan serdadu Serbia. Sebagian besar korban tewas dikuburkan di sejumlah kuburan massal di perbatasan Srebrenica. Sejumlah saksi mata mengungkapkan, banyak warga Srebrenica yang disiksa sebelum akhirnya dihabisi. [afp/snd/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Demi Kebebasan, Membela Kebathilan!”
Tulisan selanjutnya Presiden SBY akan Buka MTQN ke-22

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Berita
21 Juli 2026 18:02
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?