Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Desa Khusus Perempuan di Kenya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2009 20:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebanyak 14 orang perempuan dari berbagai usia dan latar belakang mendirikan sebuah desa di Kenya. Uniknya, desa tersebut dikhususkan untuk kaum perempuan saja dan mendengungkan semboyan, “go to hell for men” (kaum lelaki pergi ke neraka saja). Wah…

Diberitakan oleh situs berita al-Arabiyyah (19/8), para perempuan tersebut adalah pihak yang menolak untuk melakukan nikah paksa yang dituntut oleh keluarga mereka, sunat (yang telah menjadi adat turun temurun di Afrika), pernah mengalami trauma akibat kekerasan dalam rumah tangga, dan korban pelecehan serta perkosaan.

Desa tersebut dinamakan Omoja, yang dalam bahasa Swahili (rumpun bahasa Afrika Hitam) berarti ‘persatuan’, dan terletak sekitar 350 km di arah barat ibu kota Kenya, Nairobi.

Najusi Lokimo, salah satu penghuni desa khusus perempuan itu, mengisahkan, dirinya lari dan kabur dari rumah keluarga dan desanya di pertengahan tahun 90-an silam, setelah mengalami upaya pelecehan dari tiga orang tentara Inggris yang ditugaskan PBB di wilayah itu.

“Aku ceritakan kisah tragis itu kepada suamiku. Berharap aku dapat dukungan dari dirinya, ia malah memukulku. Aku kecewa dan lebih baik memutuskan untuk kabur,” kisah Likomo.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Setelah kabur dari rumah dan desanya, Likomo hidup sebatang kara, menjelajahi alam Afrika yang ganas. “Aku lewati 90 hari sendirian menerabasi padang pasir yang ganas, sendirian saja, tanpa makan dan bekal,” kisahnya.

Akhirnya, sampailah Likomo di sebuah kampung. Di sana ia menemukan beberapa perempuan yang mengalami nasib KDRT. Bersama mereka pula, Likomo berusaha hidup mandiri, dengan berjualan sayur mayur.

“Namun orang-orang tak mau membeli sayuran yang kami jajakan,” tambahnya.

Likomo pun kian banyak bertemu dengan para perempuan yang mengalami nasib serupa, meskipun jalan kasusnya berbeda. Mereka pun sepakat mendirikan perkumpulan dan organisasi perempuan, bahkan mendesak pihak pemerintahan meloloskan permintaan mereka yang hendak mendirikan desa khusus perempuan.

“Akhirnya, upaya kami tak sia-sia. Kami mendapat izin. Kami harus mendapatkan hak-hak hidup kami, agar hidup bisa lebih baik,” demikian dikatakan Rebecca Lolosoli, satu-satunya wanita di desa itu yang mampu berbahasa Inggris dengan baik.

Kini, wanita-wanita itu berusaha memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan membuat kerajinan tangan khas Kenya, dan dijajakan ke turis-turis asing. [atj/arb/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Menjarah Organ Tubuh Rakyat Palestina
Tulisan selanjutnya Berita Foto: Semarak Ramadhan di Palestine

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?