Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jika Kesetaraan Gender Absolut, Maka Pria Harus Menyusui

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 September 2009 05:26
Bagikan
Bagikan


Hidayatullah.com–Mantan penasehat Dewan Syura Arab Saudi, Dr. Umayma Ahmad Al-Jalahma mengatakan bahwa Islam mendukung wanita untuk bekerja. Dan tidak ada alasan bagi wanita untuk tidak (boleh) bekerja.

“Tidak ada dalam Islam yang mengatakan bahwa  (wanita) bekerja itu dilarang,” katanya. “Allah memberikan hak kepada kita untuk bekerja, untuk mencari nafkah, dan mengembangkan keterampilan kita.” Demikian disampaikan oleh Al-Jalahma dalam pidatonya “Hak Wanita di Tempat Kerja” di depan sekelompok wanita yang berkumpul di Asharqia Businesswomen’s Center, Arab Saudi, Minggu (31/8).

Ia menekankan bahwa wanita harus sadar akan hak-haknya, dan bekerja adalah salah satu hak mereka.

“Jika seorang wanita ingin bekerja, maka ia harus diperbolehkan. Ia harus diperbolehkan untuk menyampaikan kepada suaminya, bahwa ia tidak ingin hanya duduk diam di rumah saja,” katanya.

Sebagian pria dan sebagian wanita mengingkari adanya hak bagi wanita untuk bekerja, dan ini merupakan hasil dari ketidakpedulian atau akibat dari terlalu kuat memegang tradisi.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun demikian, menurut Al-Jalahma, tidak seperti masyarakat Barat, pondasi dari masyarakat, menurut Islam, adalah keluarga, bukan individu. “Ibu memainkan peran penting dalam masyarakat kita, bagi putra dan putrinya. Ibu yang bekerja berarti memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan itu harus dihargai. Menjadi ibu rumah tangga juga merupakan sebuah profesi,” katanya.

Ia mengatakan bahwa wanita pekerja di Barat tidak dihargai sebagaimana mestinya. Dan menjadikan individu sebagai inti dari masyarakat, hanya akan menciptakan pertarungan terus menerus antara laki-laki dan perempuan.

“Hingga saat ini, wanita di Barat terus menuntut agar mendapat upah yang sama dengan pekerja laki-laki,” katanya. “Alasannya, wanita juga bisa memulai hidup berumahtangga, bisa cuti, dan juga mungkin melakukan pekerjaan yang sama dengan pria, tapi mereka masih saja dibayar lebih murah.”

Hal seperti itu, menurutnya, merusak sifat perbedaan alami antara laki-laki dan perempuan, dan bisa menghancurkan keluarga. “Wanita Barat dituntut berubah ‘menjadi pria’ jika mereka ingin dihargai,” katanya, “dan keluarga tidak lagi terdiri dari ibu, ayah dan anak, melainkan terdiri dari seorang wanita, seorang pria, dan anggota keluarga lainnya.”

Namun, tidak semua ide dari Barat harus ditolak. “Kita perlu mengevaluasi semua ide yang ada dan harus terbuka terhadap pandangan-pandangan baru,” katanya. “Menolak sesuatu semata karena ia berasal dari Barat adalah tidak sesuai dengan ajaran Islam.”

Ia mengatakan bahwa pria juga mempunyai peranannya sendiri. “Para pria memiliki tanggung jawab atas wanita dalam kehidupannya, dan para wanita harus menghormati hal itu, tapi itu hanya terhadap seorang laki-laki dalam hidupnya–suami atau ayahnya, bukan terhadap semua pria. Dan itu bukan berarti kepatuhan mutlak kepada mereka.”

“Para pria harus mendukung pasangan mereka, itu salah satu bentuk memanjakan wanita,” katanya. “Pria bisa ikut membantu di dapur, itu bukan hal yang memalukan.”

Al-Jalahma juga menyinggung pernyataan bahwa Islam tidak memperlakukan pria dan wanita secara sama. “Perlakuan yang sama mutlak untuk dua kelompok yang mempunyai sifat yang sama adalah adil. Tapi jika kelompok itu berbeda, maka tidak demikian,” katanya. “Jika kesetaraan absolut itu dimungkinkan, maka berarti laki-laki juga harus bisa menyusui.”

Di atas persamaan, katanya, Islam mengakui keadilan. “Islam sangat memahami perbedaan antara pria dan wanita, dan menuntut agar berbuat jujur dan adil. Kita tidak selamanya bisa sama dan menuntut peran yang sama. Wanita dan pria saling melengkapi, dan kita harus bekerjasama, bahu membahu untuk kepentingan keluarga dan masyarakat.”

Para wanita juga mempunyai kewajiban untuk menyampaikan masalah ini kepada generasi yang akan datang. “Memang benar, masyarakat kita didominasi oleh pria. Tapi siapa yang membuatnya seperti itu?” tanyanya. “Itu bukan kesalahan mereka para pria. Semuanya berawal dari rumah,” pungkas Al-Jalahma. [di/an/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Obama: Umat Muslim Berkontribusi Banyak di AS
Tulisan selanjutnya Muslim Malaysia Boleh Nonton Konser Black Eyed Peas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

Berita
13 Juni 2026 09:49
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban

Terbaru

  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?