Hidayatullah.com–Seperti dilaporkan Kantor Berita Fars, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Saud Al-Faisal dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-64 di New York, menolak normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan rezim zionis Israel sebelum mundurnya rezim ini dari wilayah pendudukan tahun 1967.
Menlu Arab Saudi ini juga menekankan kembali implementasi Peta Jalan penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Berdasarkan peta jalan tersebut, sebagai kompensasi dari perdamaian menyeluruh dengan Arab, rezim zionis harus keluar dari wilayah perbatasan 1967, mengakui pembentukan negara merdeka Palestina yang beribu kota di Baitul Maqdis dan membolehkan para pengungsi Palestina kembali ke tanah airnya.
Sementara itu, Khaled Meshaal, pemimpin gerakan Islam Palestina Hamas di pengasingan, tiba di Kairo, Ahad, untuk pembicaraan baru mengenai persatuan Palestina, kata seorang pejabat bandara. Satu delegasi pemimpin Hamas di Gaza telah tiba di Mesir, Ahad dini hari, melalui perlintasan Rafah dari wilayah kantung miskin yang kelompok tersebut perintah sejak Juni 2007 itu, lapor seorang wartawan AFP.
Meshaal yang bermardas di Damaskus akan bertemu dengan kepala intelijen Mesir Omar Suleiman, dan “memberikan jawaban pada usulan tertulis Mesir mengenai rekonsiliasi dengan Fatah”, ujar jurubicara Hamas Sami Abu Zuhri, Kamis. Pertemuan itu dijadwalkan besok. [irb/hidayatullah.com]