Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Petinju Wanita Boleh Berjilbab di Olimpiade London

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2009 09:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Asosiasi Tinju Internasional (IBA) mengatakan bahwa Muslim diperbolehkan ikut bertanding pada Olimpiade 2012, dengan mengenakan pakaian sebagaimana tuntutan agamanya.

“Saat ini tidak ada yang menghalangi petinju wanita untuk mengenakan baju Muslim lengkap,” kata seorang jurubicara IBA kepada Sunday Times (4/10).

Olimpiade 2012 yang akan dilaksanakan di London menjadi ajang pertama cabang tinju wanita di arena olimpiade.

Menurut Komite Olimpiade Internasional, para atlit tinju wanita akan bertanding di tiga kelas, yaitu kelas terbang (48-51kg), kelas ringan (56-60kg) dan kelas menengah (69-75kg). Untuk tiap kategori ada 12 petinju yang akan bertanding.

Banyak negara Muslim yang mempertimbangkan untuk mengirim petinju wanitanya ke Olimpiade, termasuk mereka yang mengenakan hijab.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hijab bagi wanita Muslim adalah wajib. Sehubungan dengan itu pejabat IBA mengatakan, “Jelas, ketentuan agama harus diperhatikan dan kami ingin menjadi inklusif sebisa mungkin.”

Beberapa waktu belakangan, isu tentang hijab mendapat sorotan tajam di Barat. Januari lalu, seorang pelari bintang sekolah menengah Amerika, dikeluarkan dari pertandingan lokal karena mengenakan hijab.
 Pada Maret 2007, Badan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB), regulator tertinggi untuk cabang olahraga tersebut mengatakan, hijab dilarang digunakan dalam pertandingan sepakbola.

Sementara itu di Afganistan, sekelompok wanita berkerudung telah bersiap untuk pertandingan babak kualifikasi Olimpiade 2012.

“Dalam sebuah negara yang dilanda perang selama 30 tahun dan diperintah oleh kelompok pria konservatif  yang mendominasi, para petinju wanita ini merupakan duta perdamaian Afganistan yang paling cocok,” kata Oxfam, lembaga amal yang berbasis di London yang mensponsori petinju wanita Afganistan, kepada Times.

“Kami bangga bisa mendukung atlit-atlit ini,  yang berani menantang  praduga tentang wanita Afganistan melalui perdamaian.”

Tim tinju wanita Afganistan terdiri dari kira-kira 25 petinju, yang usianya berkisar antara 14 hingga 25 tahun.

Mereka sekarang sedang menjalani latihan di Stadion Olimpiade Kabul dibawah bimbingan pelatih Fadir Sharify. Ia adalah seorang mantan petinju profesioanl yang telah membujuk keluarga para wanita, yang berpandangan bahwa tidak pantas bagi perempuan untuk naik ring.

Mirwais Wardak, yang menjalankan Pertarungan untuk Perdamaian (program tinju pemerintah Kabul), mengatakan bahwa tim tersebut merupakan langkah besar bagi wanita Aganistan, yang menantang stereotipe tentang bagaimana seharusnya perempuan berperilaku.

Menteri Olimpiade Inggris Tessa Jowell, yang melobi agar tinju wanita diakui sebagai olahraga resmi di ajang Olimpiade, berharap bisa meliha petinju wanita Afganistan bertanding di Olimpiade London.

“Kenyataan bahwa para wanita itu berhasil membuat sebuah tim tinju wanita di negara itu, di mana wanita seringkali diganggu, guna ikut serta dalam olahraga tinju patut diberi aplaus.”

“Mereka berhak mendapatkan kesuksesan karena keberaniannya,” kata Jowell.

Negara lain yang mempertimbangkan untuk mengirim petinju wanitanya adalah Mesir. Mereka sudah membuat tim, meskipun hanya sebagian saja yang memakai hijab.

Ahmad Nategh-Nouri, seorang anggota parlemen Iran yang juga ketua Federasi Tinju Iran, mengatakan negaranya akan memulai program latihan untuk tim wanita begitu model pakaian yang cocok ditemukan.

“Sejauh ini kami belum membentuk tim tinju wanita karena kesulitan dengan pakaian mereka,” katanya. “Satu-satunya rintangan adalah pakaian olahraganya.”[di/to/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Bayar Saksi Kasus Lockerbie
Tulisan selanjutnya Perceraian di Banyuwangi Meningkat Pascalebaran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Terbaru

  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?