Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Bayar Saksi Kasus Lockerbie

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Oktober 2009 21:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang saksi kunci dalam kasus Bom Lockerbie dengan tersangka warga Libya Abdelbaset Ali Mohmet Al-Megrahi secara diam-diam telah dibayar sekitar 2 juta dollar dalam sebuah kesepakatan yang disetujui pemerintah Amerika Serikat (AS). Demikian menurut sebuah dokumen hukum yang dirilis Jumat (2/10).

Pernyataan itu dibuat dalam sebuah dokumen baru yang diterbitkan oleh Al-Megrahi dalam upaya untuk terus membuktikan bahwa ia tidak bersalah atas peristiwa di tahun 1988 yaitu membom sebuah pesawat jet penumpang di atas kota Lockerbie Skotlandia yang menewaskan 270 orang.

Megrahi menanggalkan upaya banding atas tuduhan yang dikenakan setelah pemerintah Skotlandia bulan lalu membebaskan dirinya dari penjara dengan alasan kemanusiaan, karena ia menderita penyakit kanker prostat yang parah.

Para pengacaranya mengatakan, dokumen yang dirilis di situs www.megrahimystory.net tidak dibuat di pengadilan tapi akan digunakan untuk mengajukan banding.

Megrahi yang sekarang sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Libya mengatakan, “Saya terus melanjutkan protes atas ketidakbersalahan saya — bagaimana mungkin saya tidak melakukannya.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Departemen Kehakiman AS diminta membayar USD 2 juta kepada Tony Gauci, pedagang Malta yang menjual pakaian yang ditemukan dalam koper berisi bom.

Otoritas AS juga diminta membayar saudara laki-laki Gauci, Paul, sebesar USD 1 juta untuk perannya dalam mengidentifikasi pakaian tersebut, meskipun ia tidak memberikan bukti di pengadilan.

Pembayaran rahasia itu sebelumnya telah diungkap oleh  Komisi Pengkajian Kasus Kriminal Skotlandia (SCCRC), yang menyediliki kemungkinan pengguguran kasus demi hukum.

SCCRC menemukan informasi permintaan pembayaran tersebut dalam buku harian pribadi para detektif yang menyelidiki kasus itu, tapi bukan di buku catatan resmi mereka.

Sulit untuk diketahui secara pasti berapa uang yang diterima oleh kedua Gauci bersaudara dari Departemen Kehakiman AS sebagai “hadiah untuk keadilan.” Tapi, banyak catatan yang menunjukkan bahwa mereka menerima “pembayaran yang cukup besar” dalam kasus persidangan Megrahi.

Megrahi dijatuhi hukuman pada Januari 2001 dalam pengadilan luar biasa Skotlandia yang dilaksanakan di Belanda. Tahun 2002 ia mengajukan banding tetapi gagal. Selanjutnya SCCRC pada tahun 2007 yang mengajukan banding lagi untuk kasusnya itu.

Megrahi mengatakan, “Komisi itu menemukan dokumen yang mereka simpulkan bisa dipakai untuk mengungkap kasus saya.”

Media massa juga banyak yang meragukan bukti terkait kedatangan Megrahi ke toko Tony Gauci beberapa hari sebelum paristiwa bom itu.

Bukti baru menunjukkan bahwa pakaian yang dimaksud dibawa sebelum tanggal 6 Desember, waktu di mana tidak ada bukti bahwa Megrahi sedang berada di Malta, demikian kata SCCRC.

Juga kemudian diketahui bahwa polisi Skotlandia tidak memberitahukan pengacara Megrahi bahwa  ada saksi lain yaitu David Wright, yang telah melihat ada 2 orang pria Libya lain yang membeli pakaian yang sama di Malta pada hari yang berbeda.

Para psikolog percaya hal itu kemungkinan membuat Gauci bingung dan akhirnya memberikan kesaksian yang salah.

Sebagian keluarga dari pihak korban pemboman yakin bahwa Megrahi tidak bersalah.

Namun, seorang juru bicara pemerintah Skotlandia mengatakan bahwa Menteri Kehakiman Kenny MacAskill “mendukung” vonis Megrahi, tapi tetap pada keputusannya untuk membebaskan pria itu.[di/meo/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erdogan, Dunia Juga Harus Selidiki Nuklir Israel
Tulisan selanjutnya Petinju Wanita Boleh Berjilbab di Olimpiade London

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?