Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bulgaria Cemaskan Partai Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Oktober 2009 14:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Di tengah kekhawatiran menegangnya hubungan antaretnis di Bulgaria, muncul perdebatan sengit di kalangan komunitas Muslim dan pemerintah yang berkuasa, seputar pembentukan sebuah partai Islam.

“Saya tidak berpikir bahwa pembentukan partai ini akan melayani kaum Muslim Bulgaria,” kata Arif Abdullah, mantan ketua Persatuan Islam untuk Pembangunan dan Kebudayaan, kepada IOL melalui telepon dari Sofia.

“Ini merupakan sebuah langkah yang terburu-buru dan tidak diperhitungkan.”

Persatuan Muslim Demokrat, demikian nama partai dimaksud, dibentuk  pada 29 September 2009 di sebelah utara Slavyanovo. Ali Yuzeirov ditunjuk sebagai ketuanya.

Partai yang belum didaftarkan tersebut, dibentuk berdasarkan 680 deklarasi tertulis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berita mengenai pembentukannya menimbulkan reaksi dari pemerintah yang sedang berkuasa.

“Pembentukan organisasi semacam itu, tidak diragukan lagi akan menyebabkan ketegangan,” kata Presiden Georgi Parvanov mengingatkan.

“Saya kira tanggapan dari lembaga-lembaga masyarakat yang ada sudah cukup.”

Namun, para pendiri partai membela tindakan mereka. “Partai ini menghormati nilai-nilai moral yang diusung oleh semua agama, termasuk Islam,” kata Yuzeirov kepada IOL.

Ia mengatakan bahwa dengan nama partai seperti itu, bukan berarti Islam yang digunakan dalam peraturan dan AD/ART-nya.

“Jadinya akan seperti Partai Kristen Demokrat yang mengusung nilai-nilai Kristen. Partai kami seperti halnya demikian, mengusung nilai-nilai Islam.”

Yuzeirov menegaskan bahwa keanggotaan partai akan terbuka bagi semua warga Bulgaria. “Semua orang, apakah Muslim atau non-Muslim, boleh bergabung asalkan mereka mematuhi nilai-nilai moral yang diusung oleh semua agama.”

“Partai ini akan membela hak-hak semua warga Bulgaria, termasuk Muslim.”

Terdapat 7,8 juta orang Muslim di Bulgaria, yang berarti 12% dari total populasi. Mereka di sana hidup berdampingan dengan kaum Kristen dalam keadaan yang relatif harmonis selama berabad-abad.

Kebanyakan Muslim di negara itu adalah keturunan orang Turki, yang pada masa Dinasti Ottoman berhasil mencapai Eropa. Mereka hidup berdampingan dengan kaum Kristen dalam sebuah budaya yang disebut “komshuluk” atau hubungan bertetangga.

Bagi sebagian orang, pembentukan partai itu ditakutkan akan menimbulkan ketegangan antaretnis di negara Eropa tersebut.

“Ini akan memicu ketegangan antara Muslim dan Kristen,” kata Hussein Ouda, seorang aktivis keturunan Palestina, dengan nada cemas.

Ia khawatir sebagian partai nasionalis akan menggunakan partai baru itu untuk menghasut, melawan kaum Muslim.

“Siapa saja yang ingin membentuk sebuah partai politik seharusnya mengenal dengan baik masyarakat tempat ia tinggal, dan tidak melibatkan Muslim dalam petualangan berbahaya semacam itu.”

Abdullah, mantan ketua Persatuan Islam untuk Pembangunan dan Kebudayaan, setuju dengan pendapat di atas.

“Orang-orang Yuzeirov tidak memiliki popularitas untuk memenangkan pemilu.”

Menurut catatan Ouda, Yuzeirov bersaudara baru-baru ini pernah memicu badai, setelah membentuk sebuah badan amal bernama Bulan Sabit Merah Bulgaria, dengan  gambar bulan sabit sebagai  lambangnya.

“Kontroversi yang muncul akhirnya berhenti, hanya setelah kedua bersaudara itu menambahkan salib dalam lambangnya, sebagaimana nasihat dari tokoh-tokoh kunci umat Islam,” cerita Ouda.

“Niat karena Allah saja tidak cukup. Semangat perlu dibarengi dengan kesadaran melihat kenyataan di lapangan dan kebijaksanaan, sehingga tidak memprovokasi masyarakat luas,” pungkasnya. [di/iol/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag Resmikan Gedung Baru Depag 20 Lantai
Tulisan selanjutnya Gedung Putih Mencari Cara Melemahkan RUU Media

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?