Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Raja Jordania: Israel Dalam Bahaya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 April 2010 18:56
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Masa depan Israel dalam bahaya jika perdamaian Timur Tengah tak bisa dicapai, kata Raja Jordania Abdullah memperingatkan dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, dalam edisi online Senin malam.
 “Saya pikir masa depan jangka lama Israel adalah dalam bahaya jika kita tak berhasil memecahkan masalah kita,” kata raja, yang bertolak ke Washington, Sabtu, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamanan Nuklir yang diprakarsai Presiden AS Barack Obama, kepada surat kabar itu.
 Ditanya apakah pendapatnya tersebut akan disampaikan agar proses perdamaian Timur Tengah yang terhenti itu bergerak kembali, raja mengatakan: “Saya pikir terlalu memboroskan banyak waktu mengenai sesuatu yang kita semua lakukan, dan yang sangat mencemaskan adalah sebab terjadinya ketegangan yang mengerikan di kawasan itu.
 “Berkaitan dengan perbatasan Israel-Libanon, jika anda berbicara dengan beberapa orang Libanon saat ini, mereka merasa akan terjadi perang yang kedua.
 “Tampaknya seperti ada satu upaya yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk mempromosikan intifada yang ketiga, yang akan lebih mendatangkan malapetaka.
 “Jerusalem seperti yang anda pahami adalah sesuatu yang mudah terbakar yang bisa terjadi kapan saja, dan kemudian ada kekhawatiran penolakan mengenai tindakan militer antara Israel dan Iran,” kata Raja Abdullah.
 “Dengan semua latar belakang ini, keadaan status quo tak bisa diterima; apa yang akan terjadi adalah bahwa kita akan terus berputar di situ-situ saja sampai konflik meletus, dan yang menderita adalah rakyat karena terjadinya perang.”
 Raja Abdullah mengatakan, Amerika Serikat memiliki prioritas lain selama berbulan-bulan, terutama berkaitan masalah ekonomi.
 “Tantangan ekonomi juga tidak membantu dalam memprioritaskan proses perdamaian,” katanya menambahkan.
 “Mengenai masalah itu, saya tahu dengan sangat baik bahwa Obama dan pemerintahannya sangat berkomitmen dengan pemecahan dua negara, dan berupaya menggerakkan proses perdamaian. Namun mereka juga memiliki tujuan lain yang hendak dicapainya.”
 Masalahnya adalah apa yang terjadi dalam beberapa bulan mendatang, kata pemimpin Jordania itu kepada Journal.
Tekan Israel
 
Di tempat lain, Menteri Luar Negeri Suriah Walid juga mendesak upaya masyarakat internasional untuk menghentikan kebijakan arogan Zionis Israel di bumi Palestina. Sebagaimana dilaporkan kantor berita Suriah, SANA, Walid Moallem  menyatakan ini, Senin, (5/4) ketika bertemu Armand De Decker, Ketua Senat Belgia di Damaskus.
 Ia mengatakan, kebijakan arogansi Israel di Palestina sebagai upaya yahudinisasi kota Quds dan memasukkan tempat-tempat suci umat Islam dan Kristen ke dalam warisan budaya Yahudi serta melanjutkan blokade Jalur Gaza, tandas Moallem.
 Dalam pertemuan itu, Moallem juga menegaskan bahwa Israel senantiasa merusak upaya-upaya untuk menyelesaikan krisis di Timur Tengah dan menghalangi dimulainya perundingan damai. [ant/irb/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengupil, Rahasia Ilmiah yang Belum Terpecahkan (Bagian 2-Habis)
Tulisan selanjutnya Utang Indonesia Bertambah 18 Juta USD

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?