Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kolera dan Kemarahan Landa Korban Banjir Pakistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Agustus 2010 14:10
Bagikan
Bagikan

?
Hidayatullah.com—Belum surut menghadapi musibah banjir, warga Pakistan kini terancam wajah korela. Kasus kolera pertama dikonfirmasi di kota utama di lembah Swat, Mingora. 
 Kota terbesar di lembah Swat. Penyakit yang ditularkan melalui air itu bisa dengan mudah menyebar. Menurut Perserikatan Bangsa-bangsa sekitar 36 ribu orang terancam mati akibat murus cair.
 “Kebanyakan adalah kasusnya diare”. Ujar Dr. Shahid Iqbal kepada CNN. Di kawasan yang masih tergenang air, arus sungai Swat bertambah deras dengan banjir susulan yang kembali menerjang wilayah selatan Pakistan. Di Utara, hujan pun tak tampak akan mereda. Menurut informasi resmi pemerintah Pakistan, sekitar 1,500 orang yang tewas akibat banjir ini. Perdana Menteri Pakistan Yusuf Raza Gilani  mengatakan hari Sabtu, bahwa 20 juta orang terimbas oleh banjir yang telah menghancurkan rumah,  panen dan persediaan pangan.
 Dalam klinik-klinik darurat, dokter-dokter bekerja sepanjang waktu menangani antrian korban yang sakit. Di kawasan banjir itu, sekitar 100 klinik hancur dilanda air bah. Peralatan, bahkan obat-obatan sangat kurang. Air bersih tidak ada.
 “Di sini bukannya ada keterbatasan air bersih, di sini sama sekali tidak ada air bersih. Dan bila kita tidak berhasil, dan fokus kami adalah mengupayakan dengan cepat, maka jumlah orang yang mati akan melejit drastis. Akibat banjir ini ada anak yang meninggal di menit kita berbicara sekarang,“ ujar Pascal Cuttat dari Palang Merah Internasional.
 Amarah Warga
 Sementara ancaman kolera di depan mata, massa sudah dihinggapi rasa marah akibat kelaparan yang melanda korban. Mereka berusaha menghentikan milil organisasi bantuan Kristen Shelter Now,  di Kota Nowshera, Pakistan. Massa memperebutkan  kantung-kantung plastik berisi Kabli Pulao, yaitu nasi yang dicampur dengan kismis dan kacang-kacangan. Dalam beberapa detik, sekelompok orang itu saling tumpang tindih. Kelaparan dan kemarahan bercampur jadi satu.
 Anak-anak mencoba meraih makanan bantuan itu. Para relawan berusaha melakukan yang terbaik dalam menenangkan mereka. Dengan tidak sabar para korban banjir itu melahap makanan yang diperoleh.
 Seorang korban banjir mengutarakan kemarahannya terhadap pemerintah Pakistan: “Pemerintah kami sangat tidak membantu. Tidak ada pemimpin pemerintah yang datang ke sini. Karena mereka semua adalah perampok dan anjing. Jika presiden kami Asif Ali Zardari datang ke negeri kalian, jangan beri dia bantuan apalagi uang. Dia perampok,“ ujarnya dikutip sebuah media Jerman dengan nada marah.
 Tudingan berat yang dilontarkan sebagaimana yang dikeluhkan di Nowshera, Pakistan barat laut, dan terdengar kemana-mana adalah; Pemerintah Pakistan terlalu sedikit membantu dan yang dibantupun hanya yang mendukung pemerintah. Uang untuk bantuan darurat dikorupsi dan dalam jangka waktu panjang tidak mampu membangun kembali kerusakan akibat bencana.
 Seorang warga berujar, ”Dalam lima puluh tahun ke depan, situasi tidak akan kembali seperti sebelumnya. Apakah kami harus  mati? Haruskah kami bunuh diri? Haruskah kami saling bertempur? Tak ada yang peduli, hanya Tuhan.“
 Akibat musibah ini, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari membatalkan perayaan hari kemerdekaan Pakistan akibat bencana ini, dan Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon ditunggu kedatangannya di lokasi hari Sabtu sore. Sementara itu di televisi Pakistan, Perdana Menteri Yusuf Raza Gilani menggambarkan bahaya ancaman menyebarnya wabah dan upaya-upaya untuk menanganinya.  [dwwd/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Feminis Sejati, Bisa Berbagi Suami!
Tulisan selanjutnya PKS Dukung Wanita Jadi Kepala Daerah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?