Hidayatullah.com—Siapa sangka tokoh ultrakanan dan pemimpin Partai Kebebasan Belanda (PVV) ternyata keturunan Indonesia. Tokoh pembenci Islam yang dinilai berada di balik batalnya kehadiran Presiden SBY ke Belanda, Geerts Wilder diberitakan keturunan Indonesia dengan ibu asal Sukabumi.
Kasak-kasuk ini muncul setelah seorang genealog pernah mengatakan bahwa ia telah menemukan nenek moyang politikus populis dengan ide-ide kontroversialnya yang sangat anti-islam itu. Baru-baru lalu, seorang antropolog bernama Lizzy van Leeuwen menjelaskan bagaimana akar dapat dilihat sebagai kekuatan pendorong di belakang pandangan blak-blakan itu.
Geert Wilders, lahir di Venlo, Provinsi Limnburg, Belanda, sebuah kota di dekat perbatasan Jerman. Anak bungsu dari empat bersaudara itu memeluk Katolik.
Wilders dilahirkan oleh seorang ibu kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, yang ketika itu merupakan jajahan Hindia Belanda. Ayahnya seorang asli Utrecht yang menikah dengan perempuan berdarah campuran Jawa-India-Yahudi. Neneknya, Johanna Ording-Meijer, berasal dari sebuah keluarga Yahudi-Indonesia. Kakeknya hidup terlantar di masa tuanya di Belanda yang akhirnya membuat Wilders sedih.
Van Leeuwen, melakukan riset ke arsip nasional untuk menemukan kisah sedih kakek Wilders. Menurutnya, nenek Wilders, Johan Ording adalah seorang administrator keuangan daerah zaman kolonial Belanda yang mengalami kebangkrutan dan dipecat saat cuti di Belanda pada tahun 1934. Van Leeuwen menunjukkan bahwa Wilders sengaja membalas ketidakadilan yang dilakukan terhadap kakek-neneknya.
September lalu, harian De Groene Amsterdammer menerbitkan artikel yang menyebutkan bahwa Wilders adalah seorang revanchist kultural. Yakni, orang yang membalas dendam karena malu akan asal-usulnya, dalam hal ini asal-usul dari Indonesia. Untuk menutupi darah Timurnya, Wilders bahkan mengecat rambutnya hingga tampak pirang.
Kamis 3 September 2009, mingguan Belanda De Groene Amsterdammer menerbitkan sebuah artikel yang ditulis pakar antropologi Lizzy van Leeuwen mengenainya.
Menurut Van Leeuwen, arah politik yang dijalankan Wilders saat ini sebagian karena darah Indonya.
Lizzy van Leeuwen melakukan penelitian soal peninggalan politik Hindia Belanda. Hasilnya sebuah buku Ons Indisch Erfgoed. Ia sengaja mengkhususkan diri pada warisan politik Hindia Belanda karena selama ini sangat banyak perhatian atau subsidi diberikan kepada sisi kebudayaan. Hanya sedikit perhatian yang dicurahkan pada aliran politik kalangan Indo. Salah satu contoh yang paling mencolok adalah politikus populis kanan Geert Wilders yang keturunan Indo.
“Artikel ini menerangkan seberapa jauh Geert Wilders yang berasal dari Venlo dan muncul dalam politik Belanda itu cocok dengan tradisi politik Belanda. Dan saya menyimpulkan bahwa ia cocok dengan tradisi konservatif dan kadang reaksioner yang memang merupakan tradisi orang Indo-Belanda. Dan latarbelakang Indo-nya terutama sesuai dengan berbagai pendapat politiknya. Terutama caranya mempertahankan konservatisme dan upayanya untuk mengucilkan kelompok tertentu. Itu semua berakal dari ciri politik Hindia-Belanda,” ujar Lizzy van Leeuwen.
Ciri-ciri politik warisan Hindia-Belanda ini juga muncul di ajang politik Belanda mulai tahun 1950-an. Namun sayangnya tidak pernah diakui oleh politisi Belanda. Aliran politik kanan menurut Lizzy van Leeuwen juga sangat hidup di Hindia-Belanda dan muncul kembali ketika didirikan partai konservatif VVD termasuk berbagai partai kanan Belanda lainnya. Menurutnya ada banyak contoh artikelnya yang menguatkan hal itu.
Menurut Van Leeuwen banyak orang Belanda keturunan Indo yang menjadi anggota partai kanan kadang “ekstrim kanan”. Atau mendirikan partai semacam itu. Ini juga warisan budaya dan ideologi yang dibawa dari Hindia-Belanda.
“Saya rasa gambaran itu dimulai setelah Perang Dunia Kedua, atau mungkin sebelum perang. Karena di tahun 1930 banyak orang keturunan Indo-Belanda yang konservatif dan tetap ingin tinggal di Hindia Belanda. Karena mereka menganggap itu adalah negeri mereka. Dan sebagai koloni mereka dapat tetap tinggal di sana. Di periode yang sama muncul gerakan nasionalisme di Hindia-Belanda, dan ini menimbulkan ketakutan di kalangan Indo bahwa mereka tidak diterima lagi di Indonesia. Dan itu menimbulkan banyak pendukung partai-partai konservatif,” ujar Lizzy van Leeuwen.
Akibat Frustrasi?
Wilders bahkan pernah mempelopori kampanye melarang orang Indonesia dan warga dari negara Islam untuk tinggal di Belanda.
Jika dia lahir dari rahim ibu asal Indonesia, mengapa ia begitu membenci Islam bahkan Indonesia?
Menurut Lizzy van Leeuwen rambut Wilders yang dicat pirang adalah caranya menutupi latar belakang keluarga. Senada dengan Lizzy, Van Leeuwen mengatakan, gaya rambut adalah langkah cemerlang bagi Wilders untuk menjauhkan dari akar dan kulit Indonesia-nya. Walaupun menurutnya, ini juga mungkin menjadi contoh “pengasingan identias klasik” Indo-nya”. [nrc/rnw/inl/cha/hidayatullah.com]