Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

16 Negara UE Desak Pelabelan Produk Asal Tepi Barat

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 17 April 2015 16:19 4:19 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 17 April 2015 16:19
Bagikan
Perusahaan penghasil minyak zaitun milik warga Israel di pemukiman Tepi Barat.
Bagikan

Hidayatullah.com–Enam belas dari 28 negara Uni Eropa ingin memberi label produk-produk dari permukiman Zionis Israel yang menduduki wilayah Tepi Barat, Palestina, kata sumber-sumber diplomatik kepada AFP, Kamis (16/4/2015)

Rencana itu pertama kali diusulkan pada 2012, yang lantas menimbulkan kemarahan di pihak Zionis Israel. Tetapi 16 negara anggota UE, sebagaimana diprakarsai Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini, bersikap terus maju sebagai bagian dari upaya mewujudkan perjanjian damai dua negara.

Enam belas negara itu termasuk Inggris, Prancis, Spanyol, dan Italia, kecuali Jerman.

“Kami akan menyambut prakarsa Anda memimpin Komisi (Eropa) untuk menyelesaikan pekerjaan penting guna pelabelan produk-produk yang berasal dari pemukiman,” kata para menteri luar negeri UE.

Berlanjutnya pembangunan permukiman Zionis Israel “mengancam prospek kesepakatan perdamaian yang adil dan final,” tulis mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pelabelan akan memberikan identitas yang jelas kepada konsumen apa yang mereka beli, demikian rekomendasi para pemimpin Uni Eropa pada pertemuan puncak di tahun 2012.

Uni Eropa secara konsisten mengutuk pembangunan permukiman Zionis Israel sebagai ancaman bagi proses perdamaian Timur Tengah, karena mengikis dasar negara Palestina di masa depan.

“Kami tidak bisa menerima produk-produk dari pemukiman di wilayah yang diduduki, bebas diperdagangkan,” kata salah satu sumber diplomatik Uni Eropa.

“Surat itu menunjukkan tekad Eropa untuk memberlakukan apa yang disepakati pada tahun 2012,” kata sumber, yang meminta tidak disebutkan namanya.

Surat dari para menteri luar negeri itu menyebutkan, “pelabelan” merupakan langkah penting dalam pelaksanaan penuh kebijakan lama Uni Eropa, dalam kaitannya dengan pelestarian solusi dua-negara.

Surat itu di antaranya ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Austria, Belgia, Swedia, Malta, Irlandia, Portugal, Slovenia, Kroasia, Finlandia, Denmark, Belanda, dan Luksemburg.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS: Cokroaminoto, Teladan Luhur buat Bangsa
Tulisan selanjutnya Di Mana Bisa Kita Temukan Khalifah al-Mu’tashim di Zaman Ini?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MES Sebut Pertumbuhan Ekonomi Belum Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat

Berita
28 Juli 2026 20:00
Serangan Udara Saudi ke Iraq Menarget Milisi Pro-Iran, Bukan Negara Iraq
Malaysia Tegas Menolak Mengakui ‘Israel’ Meski Ditekan AS
Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang
Komite Teknokrat Palestina Mengaku Siap Mengelola Gaza usai ‘Israel’ Mundur

Terbaru

  • Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi
  • Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang
  • Di Tengah Tekanan Amerika Serikat, Chad Jadi Negara Kelima yang Keluar dari ICC
  • Korea Selatan Mencatat Rekor Suhu Udara Terpanas 42,5 Derajat Celsius
  • Singapura Tidak Membatasi Usia Pengguna Media Sosial, Tapi akan Menarget Fitur yang Berisiko Bagi Anak
  • Bawa Bom Rakitan Wanita Meledakkan Dirinya di Sebuah Restoran di Moskow
  • Kedubes Amerika Serikat di Berbagai Negara Timur Tengah Imbau Warganya Tinggalkan Kawasan Itu
  • Retak dari Dalam, Tentara ‘Israel’ Memberontak di Pangkalan Sde Teiman
  • Hari Pertama Saudi Education Expo 2026, Ribuan Pengunjung Padati SMESCO Jakarta
  • Hadiri Saudi Education Expo 2026, UBN Dukung Penguatan Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?