Hidayatullah.com—Cara terbaru membredel sebuah media adalah menuduh “teroris”. Cara inilah yang digunakan para saluran TV swasta Al-Baghdadiya di Iraq, tempat di mana Muntazer al-Zaidi, pelempar sepatunya ke muka mantan Presiden AS, George W. Bush. Media ini ditutup karena komisi yang memberi izin menganggapnya sudah menjadi “corong bagi teroris”.
Stasiun TV yang bermarkas di Mesir yang programnya sebagian besar dipusatkan di Iraq itu ditutup karena dinilai telah menyiarkan tuntutan para gerilyawan al-Qaidah dalam drama penyanderaan di sebuah gereja di Baghdad, hari Ahad.
Penyanderaan itu berakhir dengan 46 orang Kristen tewas.
“Penutupan itu dilakukan setelah keputusan atas Al-Baghdadiya karena melanggar aturan dan ketentuan mengenai organisasi media siaran,” kata Komisi Komunikasi dan Media Iraq dalam pernyataannya.
“Saluran itu telah menyiarkan apa yang mereka katakan sebagai `permintaan para penyandera`. Saluran itu telah berubah menjadi corong teroris,” kata komisi itu.
Selain ditutup, dua staf Al-Baghdadiya pun ditangkap dengan tuduhan bahwa mereka berhubungan dengan para penyandera.
Namun beberapa sumber keamanan menyebutkan, satu dari dua staf itu telah dibebaskan.
Dalam hubungan telpon dengan Al-Baghdadiya, orang-orang bersenjata itu menyuarakan tuntutan yang mencakup pembebasan gerilyawan yang dipenjara di Iraq dan Mesir.
Tentara Iraq telah memutus aliran listrik stasiun TV swasta itu hari Senin. Akibatkan siaran terhenti selama sekitar 15 menit. Ketika transmisi itu kembali berfungsi, itu berasal dari luar Iraq.
Staf Al-Baghdadiya, Muntazer al-Zaidi, mendadak terkenal setelah dia melemparkan sepatunya ke arah mantan Presiden Amerika Serikat George W.Bush pada Desember 2008. [msw/ant/hidayatullah.com]