Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Taliban Tak Akan Gentar Tambahan 1400 Pasukan Amerika

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Januari 2011 08:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Diplomat dan petinggi Barat mengaku bahwa strategi penambahan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afghanistan serta pembantaian milisi pejuang Taliban tidak menghambat perekrutan milisi baru serta pengorganisasian milisi bersenjata seperti Taliban dan al-Qaidah.

Seperti dilaporkan Associated Press dari Brussel, salah satu petinggi NATO mengingatkan, seperti angka yang diumumkan sebelumnya oleh perwira militer dan diplomat, saat ini jumlah anggota milisi bersenjata di Afghanistan lebih dari 25.000 orang.
 
Jumlah ini serupa dengan angka yang diumumkan tahun lalu dan sebelum penempatan pasukan tambahan sebanyak 40.000 tentara. Para perwira tinggi pasukan asing di Afghanistan (ISAF) yang dikomandoi AS menolak memberikan pernyataan resmi soal bertambanya jumlah pasukan Taliban dalam sembilan tahun ini. Namun sumber-sumber selain militer AS menyebutkan bahwa sejak tahun 1993-2010 tercatat 500 orang masuk menjadi anggota baru Taliban.
 
Berdasarkan sumber ini, meski pasukan asing dari sisi kuantitas dan persenjataan jauh di atas pejuang Taliban, namun milisi ini berhasil mempersempit ruang gerak 200 ribu pasukan asing ini. Dengan memperhatikan jumlah besar pasukan asing dapat disimpulkan bahwa setiap 12 pasukan asing menghadapi satu milisi Taliban. Saat perang Vietnam setiap empat atau lima militer AS menghadapi satu pejuang Vietnam.
 
Presiden AS, Barack Obama dengan harapan dapat melumpuhkan Taliban sebelum penarikan pasukan asing dari Afghanistan justru  mengirim pasukan lebih banyak ke negara yang dilanda perang ini.
 
Meski sejumlah pengamat dan petinggi AS kerap berbicara soal terbunuhnya pemimpin Taliban dan berkurangnya pengaruh milisi ini di Afghanistan, namun sejumlah pengamat lainnya meragukan hasil ini dapat bertahan lama. Menyaksikan kenyataan bahwa Taliban belum berhasil dikalahkan hingga kini, mereka ini meyakini bahwa kita jangan optimis kemajuan saat ini terus berlangsung.
 
Ini karena para pejuang Taliban mendapat dukungan rakyat dan  warga Afghanistan yang telah lelah dengan perang sembilan tahun dan intervensi pasukan asing di negaranya. Ann Jones, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan, rakyat Afghanistan menilai ISAF sebagai penjajah dan meyakini bahwa pasukan asing bukan hanya gagal menyelesaikan krisis bahkan mereka malah menambah runyam kondisi di negaranya. 
 
Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat (AS) berencana menambah 1.400 personel marinir di Afghanistan. Penambahan ini untuk memperkuat divisi tempur pasukan multinasional, demikian dilaporkan harian Wall Street Journal (WSJ), Kamis (6/1).

“Batalion Marinir diperkirakan tiba di lapangan paling awal pertengahan Januari. Pasukan terutama diturunkan di wilayah selatan, sekitar Kandahar, tempat AS memusatkan pasukannya da-lam beberapa bulan terakhir,” tulis WSJ, mengutip sumbernya.

Sejumlah analis memperkirakan keputusan Obama menambah pasukan marinir di Afghanistan bukanlah keputusan efektif. \”Obama dalam posisi sulit. Karena itu, dia butuh waktu lama untuk menambah pasukan di Afghanistan. Dia lebih menyukai cara bukan kekerasan, tapi beberapa jenderal di Pentagon menghendaki adanya sikap ofensif,” kata Schetter. [irb/afp/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yusuf Mansur Bantah Miliki Program “Investor Sedekah”
Tulisan selanjutnya 1001 Temuan Ilmuwan Muslim Dipamerkan di New York

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang

Berita
22 Juli 2026 13:00
Sheikh Hasina Akan Kembali, Sekutunya Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Bakar Dua Masjid, Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Picu Kerusuhan di Tepi Barat
PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
Zulkifli Hasan Ajak Umat Islam Perkuat Kedaulatan Pangan, Sebut Swasembada Kehormatan Bangsa

Terbaru

  • Pemerintah Optimistis Ekonomi Syariah Jadi Motor Pertumbuhan Nasional
  • ‘Israel’ Izinkan Pasukan Internasional Masuk Gaza, Akankah Penderitaan Warga Palestina Berkurang?
  • Adiwarman Karim Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Harus Mensejahterakan Semua Kelompok Masyarakat
  • Jusuf Kalla Indonesia Harus Ambil Peran Lebih Besar dalam Perdamaian Timur Tengah
  • Mahfud MD Dukung Rekomendasi MUI, Sebut Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Diatur UU
  • Bakar Dua Masjid, Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Picu Kerusuhan di Tepi Barat
  • Mahfud MD: Aturan Pidana Terkait LGBT Bisa Diterapkan Jika Ada Kesepakatan Nasional
  • KH. Naspi Arsyad: Pemuda Jangan Terjebak Zona Nyaman
  • Hanifuddin Chaniago: Program Kerja Harus Menjadi Gerakan Nyata Pemuda Hidayatullah
  • Deputi Kemenpora Buka Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta: Jadilah Penggerak Bangsa Menuju Indonesia Emas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?