Hidaytaullah.com — Amnesty International mengatakan, pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memperlakukan Bradley Manning ‘secara tidak manusiawi’. Menurutnya, walaupun ia tidak dihukum, tapi prajurit berusia 23 tahun itu diperlakukan secara tidak manusiawi di tahanan.
Sebagaimana dikatakan Susan Lee, Kepala Amnesty International untuk Amerika Serikat, Manning tidak diberi bantal atau selimut dan setiap lima menit diganggu tidurnya. Ia terkadang juga diminta untuk melepas seluruh pakaian kecuali celana dalam.
“Otoritas militer tampaknya menggunakan segala cara untuk menghukumnnya selama ia masih ditahan. Ini merongrong aturan yang berlaku di Amerika sendiri bahwa seseorang baru bersalah apabila sudah dinyatakan bersalah,” kata Lee.
Sebagaimana diketahui, bulan Mei lalu Manning ditahan menyusul tuduhan mengirimkan kaset video kepada situs Wikileaks yang berisi gambar penggempuran helikopter tempur Apache AS terhadap sebuah sasaran di Baghdad pada 12 Juli 2007. Penggempuran itu cukup fatal karena menewaskan fotografer kantor berita Reuters dan beberapa orang lain.
Pada Juni lalu Pentagon mengungkapkan tengah menyelidiki kemungkinan Manning menyembunyikan sejumlah kaset video dan 260.000 teleks diplomatik sangat rahasia.
Namun, sebulan kemudian, yakni pengujung Juli lalu, Manning justru membuat pejabat dan publik AS lebih terperangah. Ada dugaan kuat, Manning berperan di balik bocornya sekitar 92.000 dokumen rahasia tentang perang Afganistan yang kemudian telah dirilis situs Wikileaks. *