Hidayatullah.com—Amerika Serikat memberangkatkan 80 personel militernya ke Chad guna membantu mencari hampir 300 gadis korban penculikan oleh kelompok Boko Haram di sekitar Nigeria, kata Presiden Barack Obama.
Obama memberitahukan tentang langkah-langkah yang diambil untuk menemukan para gadis yang diculik kepada parlemen AS lewat sebuah pernyataan yang dirilis hari Rabu (20/5/2014).
Obama mengatakan, personel militer yang diterjunkan akan dibantu intelijen, serta pesawat pengintai di utara Nigeria. Pasukan AS akan tetap berada di Chad sampai mereka tidak lagi diperlukan.
Reporter Aljazeera di Washington DC melaporkan, pemerintah AS memiliki petunjuk jelas yang akan ditelusuri di Chad guna menemukan anak-anak perempuan yang diculik tersebut.
Intelijen Amerika juga sudah berada di ibukota Nigeria Abudja untuk membantu pencarian oleh pemerintah setempat.
“Ada sekitar 30 orang dari CIA, departemen luar negeri, militer dan FBI yang bekerja sebagai satu tim di Abudja bersama para petugas dari Nigeria untuk membantu mereka melakukan pencarian,” lapor reporter Aljazeera Rosiland Jordan.
Sebagian wilayah Chad berbatasan dengan wilayah timurlaut Nigeria. Semua korban penculikan adalah anak perempuan yang berasal dari sebuah sekolah di utara Nigeria. Mereka diculik pada 14 April lalu di Chibok.
Puluhan anak berhasil menyelamatkan diri. Namun, pemimpin Boko Haram lewat rekaman video yang dirilisnya mengancam menjual 276 anak perempuan lainnya jika pemerintah Nigeria tidak membebaskan anggota mereka.
Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mendapat kecaman dan tekanan karena sejak awal tidak memberikan perhatian yang besar terhadap ancaman penculikan itu.
Sementara itu kekerasan terus terjadi di mana serangkaian serangan yang ditudingkan kepada Boko Haram sebagai pelakunya mengakibatkan 122 orang tewas dalam dua ledakan di Jos hari Selasa kemarin (20/5/2014) dan dua jam kemudian 17 orang tewas di desa Alagarno di utara Nigeria.*