Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Di Hari Super Sibuk Mengapa Pekerja Amazon di Berbagai Negara Mogok?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juli 2019 18:36 6:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juli 2019 18:34
Bagikan
Salah satu unjuk rasa pekerja Amazon di Shakopee, Minnesota, Amerika Serikat.
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan pekerja Amazon di berbagai negara di dunia melakukan aksi mogok. Para pekerja justru sengaja memilih waktu mogok bertepatan dengan Prime Day, ketika situs belanja online itu memberikan diskon spesial untuk para pelanggan layanan premiumnya.

Dilansir BBC, aksi mogok mulai dilakukan pada hari Senin (15/7/2019) guna memprotes kondisi dan upah kerja yang dinilai tidak layak.

Serikat-serikat pekerja mengatakan bahwa 2.000 pekerja Amazon melakukan mogok di Jerman. Sementara di Amerika Serikat, para pekerja di sebuah fasilitas Amazon merencanakan mogok selama enam jam kerja. Pekerja Amazon di Inggris lebih berani, mereka merencanakan melakukan mogok selama sepekan.

William Stolz, seorang pekerja dengan tugas mengambil barang pesanan di sebuah gudang Amazon di Shakopee di Minnesota, mengatakan kepada BBC bahwa pekerja menginginkan pekerjaan yang “aman, dapat diandalkan” dari Amazon.

Dia mengatakan dirinya harus mengambil satu barang setiap delapan detik, atau 332 perjam, selama 10 jam setiap hari

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kecepatan kerja yang harus kami lakukan sangat melelahkan secara fisik dan mental, dalam beberapa kasus bahkan mengakibatkan celaka,” kata Stolz.

“Pada dasarnya kami ingin mereka memperlakukan kami secara bermartabat sebagai manusia dan tidak memperlakukan kami seperti mesin,” imbuhnya.

Prime Day dimulai hari Senin (15/7/2019), tetapi sebenarnya berlangsung selama 48 jam atau dua hari. Peritel online berbasis di Seattle, Amerika Serikat, itu mengatakan ada penawaran barang dengan harga menarik setiap lima menit sehingga pelanggan memiliki banyak alasan untuk “belanja lagi, lagi dan lagi.”

Sebagai salah satu perusahaan paling bernilai tinggi di dunia, sehingga menjadikan pendirinya Jeff Bezos sebagai orang terkaya sejagad, Amazon membukukan total penjualan online $235 miliar tahun lalu.

Di Jerman, di mana Amazon mempekerjakan 20.000 orang, serikat pekerja Verdi mengatakan lebih dari 2.000 buruh di tujuh fasilitas menggelar aksi mogok dengan slogan “Jangan lagi ada diskon pada gaji kami”. Baca berita sebelumnya: Pekerja Amazon di Jerman Mogok Menjelang Hari Penjualan Besar.

Di Inggris, orang-orang dari serikat pekerja GMB membagikan selebaran kepada para buruh yang tiba di lokasi kerja di Peterborough di East Midlands, dan di beberapa hari mendatang aksi protes diperkirakan juga digelar di tempat kerja di Swansea dan Rugeley di West Midlands.

Mick Rix, pengurus GMB tingkat nasional, berkata, “Para pekerja Amazon ingin Jeff Bezos mengetahui bahwa mereka manusia dan buka robot. Ini merupakan waktu yang sangat baik untuk duduk dalam meja perundingan bersama GMB dan mendiskusikan bagaimana cara untuk mewujudkan tempat kerja lebih aman dan memberikan pekerja mereka hak bersuara.”

Meskipun GMB tidak menyeru pembeli agar memboikot Amazon, tetapi menurutnya mereka bisa bertindak.

“Kamu hanya ingin orang-orang peduli. Tinggalkan pesan masukan untuk Amazon,” ujarnya.

Sebagai tanggapan, Amazon mengatakan pihaknya memberikan kesempatan luar biasa bagi pekerja dengan upah yang sangat baik.

Amazon mempersilahkan orang membandingkan operasionalnya di Shakopee dengan perusahaan-perusahaan lain di daerah itu.

Di Inggris, di mana Amazon mempekerjakan 29.500 orang, seorang jubir perusahaan mengatakan bahwa majikannya memberikan upah mulai dari £9.50 perjam, termasuk yang tertinggi dibanding perusahaan lain. Dan Amazon menjadi majikan pilihan ribuan orang di berbagai daerah di Inggris.

Di Jerman, Amazon mengatakan pihaknya menawarkan upah lebih tinggi dibanding pekerjaan sejenis di tempat lain. Dan hanya sedikit pekerja yang ambil bagian dalam aksi mogok sehingga tidak sampai menggangu operasional atau merugikan perusahaan dan tidak berdampak pada pengiriman barang ke pelanggan.

Secara keseluruhan, Amazon mempekerjakan 630.000 pekerja, 300.000 di antaranya di Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amazonJeff Bezos
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BWI Ajak Sosialisasi Pentingnya Wakaf Secara Masif
Tulisan selanjutnya Bidik Kursi Bos Bank Sentral Uni Eropa, Lagarde Tinggalkan IMF

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?